"Nyata-nyata UMP Kita Lebih Rendah dari Daerah Penyangga Jakarta..."

Kompas.com - 10/11/2017, 20:50 WIB
Polisi menahan buruh yang hendak menuju Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (10/11/2017) malam. KOMPAS.com/NURSITA SARIPolisi menahan buruh yang hendak menuju Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (10/11/2017) malam.
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa buruh yang berdemonstrasi di luar Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017) menyindir sikap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Buruh juga menyatakan, UMP DKI Jakarta 2018 yang sebesar Rp 3,6 lebih rendah dibandingkan dengan daerah penyangga Jakarta.

"Nyata-nyata UMP kita lebih rendah daripada daerah penyangga. Padahal, kita hanya dibatasi Patung Garuda (perbatasan antara Jakarta dan Bekasi)," ujar seorang orator buruh.

Sang orator mengatakan, buruh tidak akan berhenti berjuang sebelum Anies-Sandi berani merevisi UMP yang telah mereka tetapkan. Mereka akan terus menentang kebijakan Anies-Sandi yang dinilai tidak sesuai janji kampanye mereka.

"Ini adalah 10 November. Kita teguhkan sikap kita untuk tidak berhenti tentang rasa keadilan," kata orator itu.

Baca juga : Anies Akui Pernah Tanda Tangan Kontrak Politik dengan Buruh

Mereka juga memutarkan lagu perjuangan buruh berjudul "Pasukan Rakyat Merdeka". Sambil bernyanyi dan berorasi, perwakilan buruh yang berada di atas mobil komando menyalakan flare.

"Jangan kembali pulang, sebelum kita yang menang. Walau harus mati di medan juang, demi rakyat kurela berkorban," demikian penggalan lagu tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Membegal Gadis di Ciputat, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Membegal Gadis di Ciputat, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Minggu, 72 RT di Jakarta Terdampak Banjir

Minggu, 72 RT di Jakarta Terdampak Banjir

Megapolitan
Antisipasi Begal, Polisi Patroli di Jalur Sepeda Saat Akhir Pekan

Antisipasi Begal, Polisi Patroli di Jalur Sepeda Saat Akhir Pekan

Megapolitan
Dua Kecamatan di Kabupaten Bekasi Juga Terdampak Banjir Kiriman dari Bogor

Dua Kecamatan di Kabupaten Bekasi Juga Terdampak Banjir Kiriman dari Bogor

Megapolitan
Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Depok Sempat Terendam Banjir

Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Depok Sempat Terendam Banjir

Megapolitan
Rumah Terendam Banjir, 80 Warga Pondok Gede Permai Bekasi Mengungsi di Posko BNPB

Rumah Terendam Banjir, 80 Warga Pondok Gede Permai Bekasi Mengungsi di Posko BNPB

Megapolitan
BPBD Sebut Banjir di Perumahan Kota Bekasi karena Kiriman dari Bogor

BPBD Sebut Banjir di Perumahan Kota Bekasi karena Kiriman dari Bogor

Megapolitan
Banjir di Lima Perumahan di Bekasi Mulai Surut, Empat Lainnya Masih Terendam 1 Meter

Banjir di Lima Perumahan di Bekasi Mulai Surut, Empat Lainnya Masih Terendam 1 Meter

Megapolitan
Terungkapnya Aksi Kapten Penodong di Tanjung Priok, Masih 17 Tahun dan Ikuti Jejak Orangtua...

Terungkapnya Aksi Kapten Penodong di Tanjung Priok, Masih 17 Tahun dan Ikuti Jejak Orangtua...

Megapolitan
Diduga Ingin Bunuh Diri, Seorang Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Toilet Minimarket Duren Sawit

Diduga Ingin Bunuh Diri, Seorang Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Toilet Minimarket Duren Sawit

Megapolitan
Cerita Korban Angin Puting Beliung di Bekasi, Dagangan Hancur dan Rumah Rusak

Cerita Korban Angin Puting Beliung di Bekasi, Dagangan Hancur dan Rumah Rusak

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Angkasa Pura II Antisipasi Lonjakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Jelang Libur Panjang, Angkasa Pura II Antisipasi Lonjakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
BPBD Mulai Evakuasi Warga Perumahan Korban Banjir di Bekasi

BPBD Mulai Evakuasi Warga Perumahan Korban Banjir di Bekasi

Megapolitan
Minggu Dini Hari, Beberapa Perumahan di Bekasi Terendam Banjir hingga 1,5 Meter

Minggu Dini Hari, Beberapa Perumahan di Bekasi Terendam Banjir hingga 1,5 Meter

Megapolitan
UPDATE 24 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Depok 1.297

UPDATE 24 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Depok 1.297

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X