Pemegang KJP: Tidak Ada Daging Tidak Apa-apa, Mending Diganti Beras

Kompas.com - 23/11/2017, 22:46 WIB
Warga pemegang KJP mengantri untuk mendapatkan daging murah di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2016) Kompas.com/David Oliver PurbaWarga pemegang KJP mengantri untuk mendapatkan daging murah di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2016)
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan penyertaan modal daerah (PMD) pada PD Dharma Jaya selaku badan usaha yang menyediakan daging murah kepada masyarakat melalui program Kartu Jakarta Pintar ( KJP).

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno memastikan stok daging untuk masyarakat Jakarta pemegang KJP tidak akan bermasalah.

Namun, menanggapi hal itu, Emi (38), warga Kampung Bahari, Tanjung Priok mengaku tidak masalah jika akhirnya tidak dapat menerima daging murah.

Emi berharap, jika pemberian daging murah akhirnya dihentikan, pemerintah sebaiknya menggantikannya dengan bahan baku lainnya yang diperlukan warga.

"Kalau misal dagingnya tidak dikasih lagi, tidak apa apa. Harapannya diganti. Beras, gula atau telur ditambahkan. Itu lebih penting daripada daging," ucap Emi saat ditemui Kamis (23/11/2017).

Baca juga : Sandi Akan Penuhi Dana yang Diminta Dharma Jaya buat Daging Bersubsidi

Hal yang senada diungkapkan pemegang KJP lainnya, Ika (40), warga Warakas, Tanjung Priok.

"Dagingnya beku, jadi rasanya kayanya beda dari daging segar di pasar. Kalau saya sih mending ditambah di beras. Beras bisa buat makan, lauknya apa saja," ucap Ika.

Dari beberapa masyarakat yang ditemui Kompas.com mengungkapkan hal serupa. Satu hal, mereka berharap KJP tidak dihilangkan.

"Soalnya lumayan untuk keluarga dengan anak tiga seperti saya. Membantu sekali. Mudah-mudahan, kalau memang dagingnya tidak ada, pemerintah mau mengganti ke bahan pokok lain," ucap Munirah (39) warga Papanggo, Jakarta Utara.

Baca juga : Sandiaga Pastikan Subsidi Daging Murah untuk Penerima KJP Aman

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Megapolitan
TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X