Dinsos DKI Cari Bapak Gendong 2 Anak yang Ingin Pulang ke Bone

Kompas.com - 25/11/2017, 19:49 WIB
Dinas Sosial DKI Jakarta menulis di akun Twitter mengenai pria menggendong dua anak yang viral di media sosial. Bidik Layar Twitter @DinsosDKIDinas Sosial DKI Jakarta menulis di akun Twitter mengenai pria menggendong dua anak yang viral di media sosial.
Penulis Stanly Ravel
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com -Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta mencari keberadaan seorang pria dengan dua anak perempuan yang fotonya viral di media sosial.

"Kita sedang cari. Kalau memang ada yang menemukan silakan hubungi kami segera. Kasihan itu anaknya dibawa-bawa jalan," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Sosial DKI Jakarta Miftahul Huda saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/11/2017).

Melalui akun Twitter @DinsosDKI1, Dinsos DKI meminta siapa pun warga yang menemukan untuk melapor, salah satunya ke Satuan Tugas Petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S).

Dalam foto tersebut, pria yang diketahui bernama Andi Sudirman itu juga membawa tas ransel berwarna hitam. Pria itu mengaku ingin pulang ke kampung halamannya di Bone, Sulawesi Selatan.


Fotonya viral setelah diunggah akun Instagram @bennyhadislani. Melalui akun Instagramnya, Benny melihat pria tersebut di wilayah Kemanggisan, Jakarta Barat pada Kamis (23/11/2017).

"Saya bertemu dengan bapak Andi Sudirman yang menggendong kedua anaknya tanpa alas kaki. Ketika ditanya mau ke mana berjalan? dia menjawab mau balik ke kampung Bone," tulis Benny.

Sementara itu, Dinsos DKI mengatakan pernah memulangkan Andi ke Bone tahun 2016.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Megapolitan
Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Megapolitan
Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Megapolitan
Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Megapolitan
Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Megapolitan
Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Megapolitan
Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Megapolitan
BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

Megapolitan
DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Megapolitan
Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Megapolitan
Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Megapolitan
Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X