Polisi Ungkap Adanya Pabrik Narkoba di Apartemen Green Lake Sunter

Kompas.com - 20/12/2017, 15:40 WIB
Pihak kepolisian menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi, Rabu (20/12/2017). Polisi mengungkap adanya pabrik ekstasi dan sabu di apartemen Green Lake Sunter Jakarta Utara. Modus yang digunakan dengan meletakkan narkoba ke dalam bungkus minuman Teh Kotak Kompas.com/Setyo AdiPihak kepolisian menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi, Rabu (20/12/2017). Polisi mengungkap adanya pabrik ekstasi dan sabu di apartemen Green Lake Sunter Jakarta Utara. Modus yang digunakan dengan meletakkan narkoba ke dalam bungkus minuman Teh Kotak
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Satgas 1 Dittipid Narkoba Bareskrim Polri mengungkap adanya sindikat dan pabrik narkoba di Apartemen Green Lake Sunter Northern Park, Jakarta Utara. Penyingkapan kasus itu berawal dari aduan warga.

Polisi lakukan penyelidikan selama sebulan dan menggerebek tempat itu pada Senin (18/12/3/2017) lalu. Saat itu polisi menemukan sebuah pabrik sabu dan ekstasi di lantai 16BJ.

"Kami tangkap tersangka berturut-turut sejak tanggal 18/12/2017 lalu. Pertama tersangka Angel, kemudian pacaranya Cacing, lalu ada tersangka Bule dan HLR," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di ruang keamanan Apartemen Green Lake Northern, Sunter, Rabu (20/12/2017).

Baca juga : Warga Terkejut Ada Pabrik Narkoba di Dalam Diskotek MG

Dia mengatakan di lantai 16 apartemen itu, polisi menemukan sabu 7 kg, peralatan home industri ekstasi kapsul, 6.000 butir happy five, 976 gram ketamine, dan 4 bungkus kapsul kosong. Ada pula 4 buah cetakan kapsul ekstasi, 760 gram serbuk ekstasi, pipet, timbangan digital, dan lem tembak.

Modus yang dilakukan pelaku adalah memasukkan kapsul-kapsul narkotika ke dalam bungkus minuman kemasan.

"Jadi mereka meracik ekstasinya sesuai pesanan. Lalu dimasukan ke dalam kapsul. Nanti ditempatkan ke dalam bungkus minuman, seperti Teh Kotak, lalu dilem. Mereka kemudian menyuruh kurir untuk meletakkan pesanan tersebut di suatu tempat agar nanti diambil kurir lain. Ini yang disebut sel terputus," ucap Eko.

Empat tersangka dalam kasus itu berinisial AGM, KVL, HLR, dan AS. Mereka diancam dengan beberapa pasal narkotika seperti pasal 113 ayat 2 JO Pasal 132 ayat 1 dan pasal 114 ayat 2 JO pasal 132 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar sampai maksimal Rp 10 miliar.

"Penangkapan ini sesuai intruksi Kapolri untuk terus mengamankan kondisi terutama jelang Natal dan Tahun Baru. Ini adalah keberhasilan Tim Satgas 1 Bareskrim Polri. Ini langkah yang tidak akan pernah usai untuk menegakkan hukum terutama terhadap narkotika," kata Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri, Brigjen Muhammad Iqbal, pada kesempatan yang sama.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KAI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk 27 dan 28 Oktober

KAI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk 27 dan 28 Oktober

Megapolitan
Denda Pelanggar PSBB di Jakarta Terkumpul Rp 4,9 Miliar

Denda Pelanggar PSBB di Jakarta Terkumpul Rp 4,9 Miliar

Megapolitan
Satpol PP Sebut Warga Ibu Kota Makin Taat Kenakan Masker

Satpol PP Sebut Warga Ibu Kota Makin Taat Kenakan Masker

Megapolitan
Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Petugas Sempat Kesulitan karena Asap Tebal

Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Petugas Sempat Kesulitan karena Asap Tebal

Megapolitan
Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Asap Tebal Mengepul

Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Asap Tebal Mengepul

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pemuda yang Tawuran di Kebon Jeruk

Polisi Tangkap 13 Pemuda yang Tawuran di Kebon Jeruk

Megapolitan
Perumahan Vila Jatirasa Bekasi Terendam Banjir, Tim SAR Evakuasi 20 Warga

Perumahan Vila Jatirasa Bekasi Terendam Banjir, Tim SAR Evakuasi 20 Warga

Megapolitan
Banjir hingga 1,5 Meter di Bekasi, Tim SAR Jakarta Bantu Evakuasi Korban

Banjir hingga 1,5 Meter di Bekasi, Tim SAR Jakarta Bantu Evakuasi Korban

Megapolitan
PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang hingga 8 November, Ini Penjelasan Anies

PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang hingga 8 November, Ini Penjelasan Anies

Megapolitan
Membegal Gadis di Ciputat, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Membegal Gadis di Ciputat, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Minggu, 72 RT di Jakarta Terdampak Banjir

Minggu, 72 RT di Jakarta Terdampak Banjir

Megapolitan
Antisipasi Begal, Polisi Patroli di Jalur Sepeda Saat Akhir Pekan

Antisipasi Begal, Polisi Patroli di Jalur Sepeda Saat Akhir Pekan

Megapolitan
Dua Kecamatan di Kabupaten Bekasi Juga Terdampak Banjir Kiriman dari Bogor

Dua Kecamatan di Kabupaten Bekasi Juga Terdampak Banjir Kiriman dari Bogor

Megapolitan
Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Depok Sempat Terendam Banjir

Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Depok Sempat Terendam Banjir

Megapolitan
Rumah Terendam Banjir, 80 Warga Pondok Gede Permai Bekasi Mengungsi di Posko BNPB

Rumah Terendam Banjir, 80 Warga Pondok Gede Permai Bekasi Mengungsi di Posko BNPB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X