Sandi Sebut Pengadaan Lahan Relokasi Pedagang Blok G Tanah Abang Diusulkan Sistem Sewa

Kompas.com - 03/01/2018, 15:06 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menghadiri acara nikah massal di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017). Nikah massal yang diadakan oleh pemerintah DKI Jakarta ini diikuti sebanyak 437 pasangan pengantin dari berbagai usia. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menghadiri acara nikah massal di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017). Nikah massal yang diadakan oleh pemerintah DKI Jakarta ini diikuti sebanyak 437 pasangan pengantin dari berbagai usia.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebut, pengadaan lahan untuk relokasi pedagang Blok G nantinya akan dilakukan dengan sistem sewa.

"PD Pasar Jaya mengusulkan sewa selama 2 tahun," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Ia mengatakan saat ini ada beberapa opsi lahan yang tengah dipertimbangkan Pemprov DKI untuk dijadikan lahan relokasi. Salah satunya Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana, atau yang biasa dipanggil Lulung.

"Kan ada beberapa opsi selain itu (lahan milik Lulung) juga, jadi ini yang lagi difinalisasi. Begitu udah kelar lahannya udah siap sekitar 900an PKL kita mau relokasi ke sana," kata dia.


Baca juga : Pekan Ini, BPTJ Panggil Pemprov DKI Bahas Tanah Abang

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta belum menetapkan lahan milik Lulung ini sebagai lokasi final relokasi para pedagang di Blok G. Menurutnya Pemprov DKI masih harus melakukan sejumlah kajian.

"Opsi lainnya lagi dilihat sekarang dari segi traffic-nya karena daerah sekitar lahan akan digunakan untuk menampung para pedagang yang harus direlokasi selama Blok G ini direnovasi," ujarnya.

Sandi mengatakan, rencana relokasi pedagang Blok G Tanah Abang ini telah direncanakan sejak tahun 2016, namun masalah pengadaan lahan inilah yang masih menjadi kendala.

Baca juga : Sandiaga Berencana Pindahkan Pedagang Blok G ke Lahan Milik Lulung

Padahal relokasi ini penting dilakukan mengingat kondisi bangunan Blok G Tanah Abang yang tak lagi memungkinkan untuk menjadi pusat perbelanjaan.

"Semestinya sih tahun 2016 tapi tertunda terus sampai sekarang di 2018 ini blm tercapai karena permasalahan lahan. Target pembangunan untuk Blok G ini selama dua tahun," sebutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X