Kompas.com - 06/03/2018, 17:51 WIB
Ilustrasi GPS tracker kendaraan tambahan keamanan crid.comIlustrasi GPS tracker kendaraan tambahan keamanan

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan, pihaknya tak pernah melarang penggunaan aplikasi Global Positioning System (GPS) yang kini telah tersedia di ponsel.

"Kami tidak pernah melarang penggunaan aplikasi GPS di ponsel sebagai petunjuk arah saat berkendara," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (6/3/2018).

Ia mengatakan, yang dilarang adalah jika aplikasi tersebut digunakan dengan posisi-posisi yang menyalahi aturan dan menimbulkan konsentrasi pengendara menjadi menurun.

"Misalkan saja menggunakan aplikasi GPS sambil dipegang tangan kiri, lalu tangan kanan menyetir atau memegang stang motor. Lalu selama berkendara melihat ke layar ponsel, itu yang berbahaya," kata dia.

Menurutnya, jika ponsel tersebut diletakkan di tempat tertentu dan tak membuat pandangan mata pengendara terpaku pada layar, aplikasi GPS boleh digunakan.

Baca juga: Dirlantas: Pengendara yang Main HP Akan Ditilang, termasuk Ojek "Online"

"Kan, sekarang bisa dikeraskan volume suara petunjuk arahnya. Jadi pengendara tidak disibukkan dengan melihat layar sambil mengendara. Itu maksudnya," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian, konsentrasi pengendara terjaga dan potensi terjadinya kecelakaan dapat ditekan.

"Lalu, misalkan mau mengganti lokasi atau mengubah sesuatu di aplikasi itu, ya menepi dulu. Jangan sambil mengendarai mobil mengoprek ponsel. Berhentinya juga di tempat yang tepat, tidak menganggu sirkulasi lalu lintas," paparnya.

Jika ketentuan ini dijalankan, lanjutnya, tidak akan melanggar UU Nomor 2009 Pasal 160 Ayat 1 jo Pasal 283.

Baca juga: Dirlantas: Berkendara Sambil Merokok dan Dengar Musik Tidak Ditilang

Kepala Korlantas Polri Irjen Royke Lumowa sebelumnya juga menegaskan bahwa undang-undang saat ini memang tidak spesifik mengungkap pelarangan mengenai melihat GPS ataupun merokok saat berkendara. Namun yang pasti, menggunakan telepon genggam sambil berkendara tidak diperbolehkan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Megapolitan
Korban Pembocakan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Korban Pembocakan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Megapolitan
Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

Megapolitan
Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Megapolitan
Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.