Kajian Terdakwa Bom Thamrin Jarang Disampaikan Majelis Dakwah Lain

Kompas.com - 09/03/2018, 15:05 WIB
Pimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Zainal Anshori (baju putih, kiri) yang menjadi saksi menyalami terdakwa peledakan bom Thamrin, Aman Abdurrahman, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIPimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Zainal Anshori (baju putih, kiri) yang menjadi saksi menyalami terdakwa peledakan bom Thamrin, Aman Abdurrahman, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Zainal Anshori mengatakan, materi kajian agama yang disampaikan Aman Abdurrahman jarang disampaikan di majelis-majelis dakwah lainnya.

Aman Abdurrahman merupakan terdakwa peledakan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016 yang menewaskan 8 orang dan melukai 26 orang lainnya.

Zainal Anshori tertarik dengan dakwah Aman. Karena itu dia mengundang Aman untuk memberikan kajian beberapa kali di Lamongan, Jawa Timur.

Baca juga : Jadi Saksi, Pimpinan Kelompok JAD Peluk Terdakwa Bom Thamrin


"Materi yang disampaikan ini adalah materi yang jarang kami temukan di majelis yang lain. Selain itu, kuatnya dalil-dalil yang disampaikan," kata Anshori saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

Anshori menjelaskan, materi kajian yang disampaikan Aman antara lain tentang sistem demokrasi yang termasuk syirik akbar karena berbagai peraturannya dibuat manusia.

"Itu bagian penjelasan dari syirik. Demokrasi bentuk kesyirikan," kata dia.

Implementasi dari kajian yang disampaikan Aman, kata Anshori, yakni dengan tidak mengikuti seluruh sistem demokrasi.

Baca juga : Dari Lapas, Terdakwa Bom Thamrin Video Call dengan Pimpinan JAD

"Kami tidak terlibat dalam pesta demokrasi, pemilihan. Kami tidak ikut," ucap Anshori.

Kajian-kajian yang disampaikan Aman dinilai jaksa penuntut umum (JPU) sebagai cara untuk menggerakkan orang melakukan teror. Materi yang disampaikan Aman diambil dari buku atau kitab seri materi tauhid karangan Aman.

Dalam kasus itu, Aman didakwa menggerakkan orang melakukan berbagai aksi terorisme, termasuk peledakan bom di Jalan MH Thamrin itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Megapolitan
Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Megapolitan
Kisah Penjaga Lintasan Kereta Tak Berpalang di Ancol, Lari-lari 500 Meter hingga Ribut dengan Pengendara 'Ngeyel'

Kisah Penjaga Lintasan Kereta Tak Berpalang di Ancol, Lari-lari 500 Meter hingga Ribut dengan Pengendara "Ngeyel"

Megapolitan
Untuk Pilkada Tangsel, Hanura Cari Kandidat yang Mau Dongkrak Kualitas SDM

Untuk Pilkada Tangsel, Hanura Cari Kandidat yang Mau Dongkrak Kualitas SDM

Megapolitan
Minta Pemulangan PMKS di Jakarta Digencarkan, Komisi E Soroti Pengemis Jutawan di Jaksel

Minta Pemulangan PMKS di Jakarta Digencarkan, Komisi E Soroti Pengemis Jutawan di Jaksel

Megapolitan
Kali Angke yang Sempit dan Penuh Sampah Jadi Kendala Tim SAR Cari Bocah yang Hanyut

Kali Angke yang Sempit dan Penuh Sampah Jadi Kendala Tim SAR Cari Bocah yang Hanyut

Megapolitan
Bocah yang Tenggelam di Kali Angke Ciputat Belum Ditemukan

Bocah yang Tenggelam di Kali Angke Ciputat Belum Ditemukan

Megapolitan
TPU Menteng Pulo 2 di Malam Hari, Jadi Tempat Kumpul Anak Muda hingga Narkoba

TPU Menteng Pulo 2 di Malam Hari, Jadi Tempat Kumpul Anak Muda hingga Narkoba

Megapolitan
Anggota DPRD Minta Pemprov DKI Bikin Pergub soal Kriteria Warga Miskin

Anggota DPRD Minta Pemprov DKI Bikin Pergub soal Kriteria Warga Miskin

Megapolitan
Viral Video Penumpang Merokok di KRL, PT KCI Sebut Itu Terjadi di Rute Tanah Abang-Rangkasbitung

Viral Video Penumpang Merokok di KRL, PT KCI Sebut Itu Terjadi di Rute Tanah Abang-Rangkasbitung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X