Rusun DP 0 Rupiah Klapa Village Bisa Dipesan Mulai April 2018, Ini Syaratnya...

Kompas.com - 12/03/2018, 17:35 WIB
Sejumlah warga mencari informasi unit rumah susun dengan DP 0 Rupiah di Kantor Informasi Klapa Village, Jakarta, Minggu (21/1/2018). Rumah susun dengan DP 0 Rupiah yang diperuntukkan bagi warga dengan KTP DKI Jakarta atau suami-istri berpenghasilan di bawah Rp 7 juta per bulan tersebut akan dipasarkan pada April, dan saat ini para peminat hanya dipersilakan meninggalkan nomor kontak untuk dihubungi ketika pemasaran sudah dimulai. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTASejumlah warga mencari informasi unit rumah susun dengan DP 0 Rupiah di Kantor Informasi Klapa Village, Jakarta, Minggu (21/1/2018). Rumah susun dengan DP 0 Rupiah yang diperuntukkan bagi warga dengan KTP DKI Jakarta atau suami-istri berpenghasilan di bawah Rp 7 juta per bulan tersebut akan dipasarkan pada April, dan saat ini para peminat hanya dipersilakan meninggalkan nomor kontak untuk dihubungi ketika pemasaran sudah dimulai.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hunian down payment (DP) 0 rupiah di Pondok Kopi, Jakarta Timur, dikabarkan siap dipesan pada April 2018.

Faridah, staf informasi dari PD Pembangunan Sarana Jaya di Pondok Kopi, pihaknya masih menunggu pembentukan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) dari Pemprov DKI.

"(Pendaftaran) kabarnya nanti di bulan April menunggu pembentukan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) dari pemprov. Namun, saya kurang paham nanti itu masyarakat bisa daftar di sini atau langsung ke Pemprov," ucap Farida kepada Kompas.com, Senin (12/3/2018).

Menurut Faridah, untuk mendapatkan hunian vertikal bersertifikat hak milik ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat. Pertama, harus ber-KTP DKI karena merupakan program Pemprov DKI.

Baca juga : Peminat Rusun DP 0 Rupiah Klapa Village Belum Bisa Booking Unit

Gaji maksimal Rp 7 juta, bisa dari satu individu atau gabungan dari pasangan karena salah syarat lain yang ingin memiliki rumah ini harus sudah menikah.

Show Unit hunian DP 0 rupiah Klapa Village, Pondok Kopi, Senin  (12/3/2018)Stanly Ravel Show Unit hunian DP 0 rupiah Klapa Village, Pondok Kopi, Senin (12/3/2018)
"Maksimal Rp 7 juta, kalau digabung dengan (penghasilan) istri jumlahnya lebih dari Rp 7 juta  tidak bisa," ucap Farida.

Untuk minimal penghasilan, kata Farida, mengikuti standar upah minimun (UMP) Jakarta. Jadi memang fokusnya untuk menengah ke bawah.

Baca juga : Sandiaga Sebut Skema Cicilan Rumah Rorotan Berbeda dengan Klapa Village

Sementara untuk pilihan tipe ada dua model, yakni tipe 36 dan 21 dengan jumlah keseluruhan 709 unit. Untuk skema pembayaran, Frida mengaku tidak begitu tahu banyak, ia hanya mengetahui untuk cicilan yang 20 tahun.

"Tipe 36 Rp 2,1 juta per bulan, kalau 21 Rp 1,2 juta per bulan. Dua-duanya selama 20 tahun, tidak ada DP, karena memang programnya 0 rupiah," katanya.

Baca juga : Rumah DP 0 Persen di Klapa Village Dipastikan Tak Dibangun di Lahan Mangkrak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Megapolitan
Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Megapolitan
Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Megapolitan
Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Megapolitan
Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Megapolitan
Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Megapolitan
Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Megapolitan
Kelompok Ormas Nyaris Bentrok di Jalan Raya Lenteng Agung

Kelompok Ormas Nyaris Bentrok di Jalan Raya Lenteng Agung

Megapolitan
Jadi Tersangka Penganiayaan, Gathan Saleh Masih Diburu Polisi

Jadi Tersangka Penganiayaan, Gathan Saleh Masih Diburu Polisi

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Daging Ayam Naik di Kota Tangerang

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Daging Ayam Naik di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Cari Identitas Pemalak Sopir Truk di Kawasan Jakpus yang Viral di Medsos

Polisi Cari Identitas Pemalak Sopir Truk di Kawasan Jakpus yang Viral di Medsos

Megapolitan
Polisi Dalami Laporan Dugaan Penipuan oleh Anak Alex Kumara

Polisi Dalami Laporan Dugaan Penipuan oleh Anak Alex Kumara

Megapolitan
Mobil Terjebak di Proyek Pembangunan Jembatan, Jalan TMP Taruna Tangerang Macet

Mobil Terjebak di Proyek Pembangunan Jembatan, Jalan TMP Taruna Tangerang Macet

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X