Kompas.com - 23/03/2018, 11:01 WIB
Suasana Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta saat terjadi keterlambatan penerbangan maskapai AirAsia tujuan Denpasar, Jumat (16/10/2016), pukul 09.15 WIB karena perbaikan landasan pacu di Bandara Ngurah Rai, Bali.
KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOSuasana Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta saat terjadi keterlambatan penerbangan maskapai AirAsia tujuan Denpasar, Jumat (16/10/2016), pukul 09.15 WIB karena perbaikan landasan pacu di Bandara Ngurah Rai, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com — Siti Purnamalia Wakak Mega (57) meninggal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/3/2018).

Kasubbag Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Prayogo mengatakan, Siti meninggal setelah turun dari pesawat Garuda Indonesia yang membawanya dari Sydney, Australia. Kejadian itu menghebohkan orang di bandara.

"Kejadiannya siang pukul 11.00-12.00. Jadi, waktu di Bea Cukai, tiba-tiba sakit gitu saja," ujar Prayogo saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/3/2018).

Prayogo menjelaskan, polisi langsung membawa Siti ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta. Siti diperiksa dokter dan diambil sidik jari.

"Menurut dokter KKP, yang bersangkutan gagal jantung," kata Prayogo.

Warga Jalan Masjid, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, itu langsung dibawa keluarganya pulang seusai diperiksa dokter. Menurut Prayogo, keluarganya tidak bersedia jenazah divisum.

"Kan, ada pernyataan dari keluarga mau divisum luar atau dalam, keluarga tidak mau. Langsung dibawa ke rumah keluarga," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prayogo menjelaskan, kejadian seperti ini bukan yang pertama kali. Banyak warga sipil yang tiba-tiba meninggal saat hendak ataupun seusai melakukan penerbangan.

"Di bandara, kejadian seperti itu (meninggal) sering, seperti yang umrah, tetapi rata-rata memang sakit," ujar Prayogo.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saluran Air Mulai Dibangun 27 September, Jalan I Gusti Ngurah Rai Klender Akan Ditutup

Saluran Air Mulai Dibangun 27 September, Jalan I Gusti Ngurah Rai Klender Akan Ditutup

Megapolitan
Pemkot Depok Targetkan 1,6 Juta Warga Sudah Vaksin Covid-19 pada Desember 2021

Pemkot Depok Targetkan 1,6 Juta Warga Sudah Vaksin Covid-19 pada Desember 2021

Megapolitan
Disdik Banten Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di SMA di Kota Tangerang

Disdik Banten Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di SMA di Kota Tangerang

Megapolitan
Mayat yang Ditemukan di Patoembak Depok Adalah Anggota TNI, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat yang Ditemukan di Patoembak Depok Adalah Anggota TNI, Diduga Korban Pembunuhan

Megapolitan
Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Depok Fokus Pangkas Pohon Tinggi dan Minta Warga Tak 'Nyampah' di Kali

Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Depok Fokus Pangkas Pohon Tinggi dan Minta Warga Tak "Nyampah" di Kali

Megapolitan
Depok Satu-satunya Wilayah Jabodetabek Tak Punya BPBD, padahal Rentan Bencana

Depok Satu-satunya Wilayah Jabodetabek Tak Punya BPBD, padahal Rentan Bencana

Megapolitan
Atasi Banjir di Klender, Saluran Air Sepanjang 878 Meter Akan Dibangun di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Atasi Banjir di Klender, Saluran Air Sepanjang 878 Meter Akan Dibangun di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Megapolitan
Hari Ini, Polisi Periksa Ahli Pidana Jelang Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Hari Ini, Polisi Periksa Ahli Pidana Jelang Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Cegah Banjir, Pemkot Jakut Bangun 3 Waduk sebagai Kolam Retensi

Cegah Banjir, Pemkot Jakut Bangun 3 Waduk sebagai Kolam Retensi

Megapolitan
Anies Minta Banjir di Jakarta Harus Surut dalam 6 Jam, Ini Penjelasan Wagub

Anies Minta Banjir di Jakarta Harus Surut dalam 6 Jam, Ini Penjelasan Wagub

Megapolitan
Anies Instruksikan Seluruh Wali Kota Antisipasi Banjir pada Musim Hujan

Anies Instruksikan Seluruh Wali Kota Antisipasi Banjir pada Musim Hujan

Megapolitan
Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Megapolitan
Tidak Semua Bansos Dihentikan di Jakarta, Ini Program yang Masih Berlanjut

Tidak Semua Bansos Dihentikan di Jakarta, Ini Program yang Masih Berlanjut

Megapolitan
Sebanyak 7.560 Nakes di Tangsel Belum Dapat Vaksinasi Booster

Sebanyak 7.560 Nakes di Tangsel Belum Dapat Vaksinasi Booster

Megapolitan
Sudin Pendidikan Jaksel Yakin Tak Ada Klaster Covid-19 PTM di Wilayahnya

Sudin Pendidikan Jaksel Yakin Tak Ada Klaster Covid-19 PTM di Wilayahnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.