Ini Alasan Ratna Sarumpaet Telepon Anies Saat Mobilnya Diderek Dishub

Kompas.com - 03/04/2018, 20:51 WIB
Ratna Sarumpaet bersama para demonstran yang melakukan aksi jalan kaki menuju kantor KPU DKI Jakarta, Rabu (21/9/2016). TRIBUNNEWS/HERUDINRatna Sarumpaet bersama para demonstran yang melakukan aksi jalan kaki menuju kantor KPU DKI Jakarta, Rabu (21/9/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis Ratna Sarumpaet menelepon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mobilnya diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 

Ratna mengaku menghubungi Anies karena menganggap tindakan petugas dishub sudah sewenang-wenang.

Sebab, tidak ada rambu dilarang parkir di lokasinya memarkirkan mobil. 

"Saya enggak salah, saya mencoba menjelaskan kepada mereka (petugas), saya enggak salah. Tahu-tahu mobil saya sudah dibawa kabur dishub. Saya mencoba menghubungi Anies lalu stafnya yang urus," ujar Ratna saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/4/2018) malam.

Baca juga: Mobilnya Diderek Dishub, Ratna Sarumpaet Marah dan Telepon Anies

Ratna menghubungi Anies karena menyimpan kontak mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.   

"Aku, kan, enggak kenal Kadishub dan yang aku punya (nomor) Anies. Anies juga perlu membenahi kelakuan mereka ini, enggak boleh sembarangan asal derek padahal enggak ada rambu lalu lintas," kata Ratna.

"Jangan-jangan enggak semua gubernur tahu (kelakuan pegawainya), jangan-jangan gubernur enggak tahu kelakuan (petugas) dishub seperti itu ke rakyatnya. Boleh dong aku ngadu ke dia," tambahnya. 

Mobil milik Ratna diderek petugas dishub karena dinilai melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi, di Taman Tebet, Jakarta Selatan, Selasa pagi.

Hal itu diketahui dari video yang beredar di media sosial.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menuju New Normal, Kasus Covid-19 di Bekasi Masih Naik Turun Usai Lebaran

Menuju New Normal, Kasus Covid-19 di Bekasi Masih Naik Turun Usai Lebaran

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 1 Juni di Depok: Muncul 2 Kasus Positif Baru dan 9 Pasien Dinyatakan Sembuh

[UPDATE] Covid-19 1 Juni di Depok: Muncul 2 Kasus Positif Baru dan 9 Pasien Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

Megapolitan
Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Megapolitan
Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Megapolitan
Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Megapolitan
Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Megapolitan
Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Megapolitan
Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Megapolitan
Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Megapolitan
Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Megapolitan
Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X