Penampakkan Diskotek Exotic yang Ditutup Pemprov DKI

Kompas.com - 15/04/2018, 13:17 WIB
Tampal depan Diskotek Exotic di kawasan Mangga Besar, Minggu (15/4/2018). KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DTampal depan Diskotek Exotic di kawasan Mangga Besar, Minggu (15/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Diskotek Exotic yang beralamat di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, terpantau sepi pada Minggu (15/4/2018) siang sekira pukul 11.30 WIB.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, gedung berwarna abu-abu itu terkunci rapat. Tidak tampak pula petugas keamanan yang bersiaga di sana. Sebaliknya, tiga orang bocah justru asyik bermain bola di lobi gedung tersebut.

Oco, pedagang di sekitar Diskotek Exotic, menuturkan bahwa diskotek tersebut baru tutup pukul 06.00 WIB pagi tadi. Ia mengatakan, diskotek itu masih beroperasi dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga : Satpol PP Kawal Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Eksotik

"Baru tutup tadi pagi jam enam. Kalo kemarin-kemarin pas malam-malam ya tetap buka," kata Oco kepada Kompas.com. Ia mengatakan, beberapa hari terkahir diskotek Exotic tetap didatangi pengunjung mulai pukul 21.00 WIB.

Oco menuturkan, jumlah pengunjung tempat hiburan tersebut jauh menurun dalam beberapa bulan terakhir.

"Dulu mah ramai parkiran sampai penuh. Sekarang udah sepi sejak mau Bulan Puasa tahun lalu," katanya.

Kamis (12/4/2018), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) sudah mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) atau izin usaha Diskotek Exotic.

Baca juga : Sense Karaoke dan Diskotek Eksotik Diberi Waktu Lima Hari Sebelum Penutupan

Manajemen Diskotek Exotic diberikan waktu lima hari untuk menutup sendiri tempat hiburan tersebut. Penutupan tersebut bermula dari ditemukannya sesosok jenazah di Diskotek Exotic pada Minggu (1/4/2018). Jenazah tersebut meninggal dunia akibat overdosis.

Baca juga : Pergub Anies Menunjukkan Taringnya Lewat Alexis, Eksotik, dan Sense...

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X