Anies: Kali Dekat Wisma Atlet Tak Terlalu Bau tetapi Warnanya Masih Hitam

Kompas.com - 16/05/2018, 17:37 WIB
Suasana Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/2/2018). Menurut Presiden Joko Widodo, pembangunan Wisma Atlet untuk atlet yang berlaga pada Asian Games 2018 telah mencapai 99,9 persen. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOSuasana Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/2/2018). Menurut Presiden Joko Widodo, pembangunan Wisma Atlet untuk atlet yang berlaga pada Asian Games 2018 telah mencapai 99,9 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, bau Kali Sunter atau Kali Item di dekat Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, sudah tidak separah dulu. Namun, warnanya masih tetap hitam.

"Untuk air, dari sisi aroma sudah jauh lebih abik. Ini dipantau terus setiap hari Jumat, Pak Wagub (Sandiaga Uno) buat rapat khusus soal Asian Games. (Tetapi) warnanya memang masih hitam karena itu sungainya dikasih nama Kali Item," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Sandiaga Pastikan Wisma Atlet Kemayoran Tidak Bau Lagi

Anies menyebutkan, kondisi itu sudah lebih baik. Setidaknya bau menyengat dari kali tersebut tidak akan mengganggu para atlet di Wisma Atlet, terutama saat mereka makan. Sebab, lokasi dining hall atau area makan para atler erdekatan dengan kali itu.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Kali Item sudah tidak berbau lagi.

Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) dan Indonesia Para Games 2018 Organizing Committee (INAPGOC), kata Sandi, mengapresiasi perubahan itu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan berupaya untuk memperbaiki warna air kali yang hitam. Sandiaga mengatakan debit air akan ditambah agar warnanya bisa berubah.

"Dari segi aroma sudah tidak ada sama sekali, dari segi estetika warna akan dicoba dengan ditambah debit airnya ke sana lalu dipompa. Kali itu dinamakan sudah sejak lama Kali Item karena memang warnanya hitam," ujar Sandiaga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Sidang Lanjutan John Kei, Nus Kei: Ini Kan Kepentingan Saya

Hadiri Sidang Lanjutan John Kei, Nus Kei: Ini Kan Kepentingan Saya

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19 di Kalibata City, Apartemen Tangguh Jaya Dibentuk

Cegah Penyebaran Covid-19 di Kalibata City, Apartemen Tangguh Jaya Dibentuk

Megapolitan
Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Diduga Lebih dari 2 Orang

Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Diduga Lebih dari 2 Orang

Megapolitan
Dua Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Ditangkap Polisi

Dua Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Ditangkap Polisi

Megapolitan
BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

Megapolitan
Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Megapolitan
Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

Megapolitan
Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dinkes DKI Temukan 592 Klaster Keluarga Pascalibur Natal-Tahun Baru, 1.265 Orang Positif Covid-19

Dinkes DKI Temukan 592 Klaster Keluarga Pascalibur Natal-Tahun Baru, 1.265 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Alat Medis Belum Ada, Pemanfaatan RSU Pakulonan Tangsel untuk Pasien Covid-19 Molor hingga Februari

Alat Medis Belum Ada, Pemanfaatan RSU Pakulonan Tangsel untuk Pasien Covid-19 Molor hingga Februari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X