Sandiaga Pastikan Wisma Atlet Kemayoran Tidak Bau Lagi

Kompas.com - 13/04/2018, 14:16 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengecek venue cabang olahraga akuatik di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (13/4/2018). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengecek venue cabang olahraga akuatik di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan, Wisma Atlet Kemayoran yang akan digunakan oleh peserta Asian Games dan Asian Para Games 2018, sudah bersih dan tidak bau.

Sebelumnya, Wisma Atlet yang akan dihuni 15.000 atlet dari berbagai negara itu dikeluhkan berbau tidak sedap. Bau berasal dari Kali Sunter yang melintas di depannya.

"Untuk bau sudah diuji, baunya sudah hilang, aroma tidak sedap sudah kami rekayasa dengan pengelolaan air lebih baik," kata Sandiaga, kepada Indonesia 2018 Asian Para Games Organising Committee (INAPGOC), dan Asian Paralympic Committee, dalam rapat di Hotel Mulia, Jumat (13/4/2018).

Baca juga : Cek Venue Asian Games, Sandiaga Uno Nyemplung ke Kolam Renang

Kali Sunter sudah dikeruk. Selain itu, sudah tidak ada lagi gangguan nyamuk di kawasan Wisma Atlet. Sandiaga berharap, kawasan itu bakal dibuat rindang oleh Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran.

Khusus untuk Asian Para Games, Sandiaga mengatakan, ia sudah memeriksa kesiapan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi tempat pertandingan atlet difabel.

"Akses di GBK sendiri baik, saya tahu ramp-ramp-nya ada di mana, termasuk juga aquatic yang baru diperbaiki," kata Sandiaga.

Baca juga : Polri Tinjau Sejumlah Venue Asian Games di Gelora Bung Karno

Asian Para Games ketiga akan digelar di Jakarta pada 6-13 Oktober 2018. Sebanyak 4.000 atlet difabel dari 43 negara akan bertanding dalam 13 cabang olahraga paralympic, dan empat cabang olahraga nonparalympic.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X