Puncak Monas Ditutup Sampai Besok untuk Pemeliharaan Lift

Kompas.com - 26/06/2018, 20:31 WIB
Suasana Monumen Nasional (Monas), Selasa (26/6/2018)KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Suasana Monumen Nasional (Monas), Selasa (26/6/2018)
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monumen Nasional, Munjirin, mengatakan pengunjung Monas tidak bisa naik ke puncak selama tiga hari ini. UPK Monas melakukan pemeliharaan lift sampai 27 Juni.

"Jadi tadi pemeliharaannya juga belum selesai, kemungkinan sampai besok (masih belum bisa naik ke puncak)," ujar Munjirin kepada Kompas.com, Selasa (26/6/2018).

Munjirin mengatakan pemeliharaan ini memakan waktu lebih lama. Sebab pada libur lebaran lalu, Monas tetap menerima pengunjung sampai ke puncak. Tepatnya, Monas beroperasi sejak 16 Juni sampai 24 Juni.

Baca juga: Pengunjung Monas: Kenapa Tiket Masuknya Gratis tetapi Tak Boleh ke Puncak?


Biasanya, satu hari dalam satu pekan kawasan Monas ditutup untuk perawatan atau pemeliharaan. Oleh karena itu, pemeliharaan kali ini pun memakan waktu lebih lama hingga tiga hari.

Munjirin mengatakan merawat lift Monas tidak bisa disamakan dengan lift di gedung lain. Faktor keselamatan pengunjung harus diperhatikan agar aman dalam menggunakan lift itu.

"Lift Monas itu tidak seperti gedung lain yang ada interval berhenti jika tidak ada penumpang. Kalau lift Monas itu selalu naik turun, enggak ada berhentinya. Faktor keselamatan harus kami utamakan," ujar dia.

Baca juga: 10 Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Monas

Untuk sementara, pengunjung tidak bisa naik ke puncak Monas. Mereka hanya bisa masuk ke bagian cawan dan museum saja. Kebetulan, hari ini pengunjung juga tidak dikenakan biaya untuk masuk ke dalam museum dalam rangka HUT ke-491 DKI Jakarta.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

6 Fakta Peristiwa Pria Gendong Jenazah Keponakan di Puskesmas Cikokol

6 Fakta Peristiwa Pria Gendong Jenazah Keponakan di Puskesmas Cikokol

Megapolitan
PR DPRD DKI Periode 2019-2024, Pilih Wagub hingga Sahkan Perda Sesuai Prolegda

PR DPRD DKI Periode 2019-2024, Pilih Wagub hingga Sahkan Perda Sesuai Prolegda

Megapolitan
Daftar Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini

Daftar Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini

Megapolitan
Kritik Riyanni Jangkaru soal Material Instalasi Gabion dan Bantahan Pemprov DKI

Kritik Riyanni Jangkaru soal Material Instalasi Gabion dan Bantahan Pemprov DKI

Megapolitan
Walikota Tangerang: Ambulans Tak Kurang, SOP Perlu Diubah agar Warga Terlayani

Walikota Tangerang: Ambulans Tak Kurang, SOP Perlu Diubah agar Warga Terlayani

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2019 - 2024 Dilantik Hari Ini

Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2019 - 2024 Dilantik Hari Ini

Megapolitan
Material Instalasi Gabion di Bundaran HI dari Batu Gamping

Material Instalasi Gabion di Bundaran HI dari Batu Gamping

Megapolitan
BMKG: Jakarta Berawan Hari Ini

BMKG: Jakarta Berawan Hari Ini

Megapolitan
Jenazah Digendong di Tangerang, Wali Kota Instruksikan Ubah SOP Penggunaan Ambulans

Jenazah Digendong di Tangerang, Wali Kota Instruksikan Ubah SOP Penggunaan Ambulans

Megapolitan
Kadishut DKI Bantah Gabion di Bundaran HI Berbahan Dasar Batu Karang

Kadishut DKI Bantah Gabion di Bundaran HI Berbahan Dasar Batu Karang

Megapolitan
Tak Hanya di DKI, Grace Natalie Sebut Seluruh Legislator dari PSI Tolak Pin Emas

Tak Hanya di DKI, Grace Natalie Sebut Seluruh Legislator dari PSI Tolak Pin Emas

Megapolitan
Sejumlah Tiang Listrik di Tangerang Selatan Patah, Kabel Ultilitas Berserakan

Sejumlah Tiang Listrik di Tangerang Selatan Patah, Kabel Ultilitas Berserakan

Megapolitan
Paman yang Gendong Jenazah Keponakan Tak Salahkan Puskesmas Cikokol

Paman yang Gendong Jenazah Keponakan Tak Salahkan Puskesmas Cikokol

Megapolitan
Anggota DPRD DKI dari PSI Wajib Laporkan Aktifitas kepada Masyarakat

Anggota DPRD DKI dari PSI Wajib Laporkan Aktifitas kepada Masyarakat

Megapolitan
Viral, Pria Gendong Jenazah karena Ambulans Puskesmas Tak Bisa Dipakai, Begini Cerita Lengkapnya

Viral, Pria Gendong Jenazah karena Ambulans Puskesmas Tak Bisa Dipakai, Begini Cerita Lengkapnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X