Cerita Luhut soal Curhat TGB yang Dukung Jokowi Dua Periode - Kompas.com

Cerita Luhut soal Curhat TGB yang Dukung Jokowi Dua Periode

Kompas.com - 10/07/2018, 16:22 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar PanjaitanKOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, tadi malam dia bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang ( TGB).

Hal itu dia sampaikan ketika ditanya pendapatnya mengenai sikap TGB yang mendukung Joko Widodo dan kontroversi yang ditimbulkan.

"Pak TGB ketemu saya tadi malam, kami bincang-bincang baik baik aja, dia orang baik. Dia juga bilang 'yang salah Bang, apa? Kan saya hanya mendudukan supaya semua kita jangan, bangsa ini jadi berkelahi'," ujar Luhut di Pulogebang, Selasa (10/7/2018).

Luhut mengatakan, seharusnya perbedaan pendapat tidak boleh dianggap sebuah masalah. Termasuk dalam hal pendapat TGB yang ingin Jokowi memimpin dua periode.

"Kita ini baik, beda pendapat tidak ada masalah," ujar Luhut.

Baca juga: TGB: Saya Tidak Pernah Bicara Jabatan dengan Presiden Jokowi

TGB hingga saat ini masih menjabat sebagai Anggota Majelis Tinggi Demokrat. Ia juga menjabat Ketua DPD Demokrat NTB.

Ia merasa tidak ada yang salah dengan sikapnya tersebut. Selama partai belum memutuskan terkait pencapresan, TGB merasa berhak menyampaikan pandangan pribadinya.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Antara, TGB Zainul Majdi menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua sebagai Presiden RI.

Menurut TGB, keputusannya mendukung Jokowi itu setelah melalui pertimbangan yang berkaitan dengan kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat.

Dia menilai selama Jokowi memimpin, pencapaian kawasan ekonomi khusus Mandalika di NTB sudah berhasil.

Apabila ada pergantian di level kepemimpinan nasional, maka akan terjadi kemandekan baik dari segi ekonomi maupun sosial.

Baca juga: Soal Dukungan TGB, Kalla Sebut Politik Bisa Berubah tapi Kepentingan Tidak

Kompas TV Salah satu partai yang punya persentase cukup untuk mengajak koalisi pencalonan presiden adalah Partai Demokrat.


Close Ads X