Halalbihalal KAHMI Tetap Berlangsung, Anies Bilang Jangan Kalah Sama Pengacau

Kompas.com - 12/07/2018, 14:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Hotel Four Points, Jalan M.H Thamrin, Kamis (12/7/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Hotel Four Points, Jalan M.H Thamrin, Kamis (12/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, acara halalbihalal Korps Alumni Himpunan Mahawasiswa Islam ( KAHMI) di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018) malam tetap berlangsung.

Meskipun ada hoaks yang beredar mengenai acara tersebut.

"Yang kasihan, kan, begini, penyelenggara jadi kikuk. Padahal yang bikin (hoaks) bukan penyelenggara," ujar Anies di Hotel Four Points di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis.

Baca juga: Anies: Ada Saja Orang yang Waktunya Longgar untuk Bikin Hoaks

"(Tapi) kalau malah mereka mundur, kalah nih sama pengacau. Jangan sampai kalah sama pengacau. Ini 'terorisme' main ini," tambah dia.

Adapun, undangan halalbihalal KAHMI di Balai Kota beredar di masyarakat.

Dalam undangan itu, KAHMI disebut akan mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden. Anies mengatakan hoaks itu dibuat orang yang tidak punya kesibukan.

Baca juga: Deklarasi Anies Capres di Balai Kota DKI Hoaks, Ini Acara Sebenarnya

Dia juga sudah mengonfirmasi hal itu kepada KAHMI. Dia sudah mengingatkan bahwa Balai Kota dan kantor pemerintahan lain tidak bisa dipakai untuk urusan politik.

"Saya bilang kalau mau pakai tempat ini tidak boleh ada kegiatan politik praktis. Enggak boleh," ujar Anies.

Acara halalbihalal ini telah dikonfirmasi Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistika DKI Jakarta.

Di situs beritajakarta.com, Anies diagendakan menghadiri halalbihalal pukul 19.00.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Megapolitan
Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X