Kompas.com - 07/08/2018, 11:55 WIB
Sejumlah driver ojek online demo di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREWSejumlah driver ojek online demo di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengemudi ojek online berencana menggelar demo saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang atau dikenal dengan sebutan aksi 188.

Aksi 188 merupakan lanjutan dari demo sebelumnya yang telah dilakukan sebanyak tiga kali selama tahun 2017.

Tujuan aksi 188

Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengungkapkan, aksi 188 rencananya akan mengusung dua tuntutan utama.

Tuntutan pertama adalah mengembalikan tarif normal ojek online. Tahun 2012-2015 tarif per kilometer adalah Rp 3.000, sedangkan saat ini tarif telah diturunkan menjadi Rp 1.200 per kilometer.

Tuntutan kedua adalah meminta pemerintah untuk segera menerbitkan payung hukum bagi para ojek online.

Igun mengaku telah menyampaikan tuntutan tersebut ke lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dalam hal ini berarti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Presiden, dan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, hasilnya nihil dan tidak ada solusi atas masalah ojek online tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasan demo saat pembukaan Asian Games 2018

Igun menyatakan ada dua alasan mengapa pengemudi ojek online memilih pembukaan Asian Games 2018 sebagai hari pelaksaan demo.

Alasan pertama adalah menarik perhatian dunia internasional. Ia menilai, saat ini para pengemudi ojek online sudah tidak mempunyai tempat mengadu dan menyampaikan tuntutan.

"Jalan terakhir untuk mengadu ya ke internasional, kan saat Asian Games banyak negara dari luar dan media internasional," kata Igun kepada Kompas.com.

Alasan kedua adalah keberadaan Grab yang menjadi salah satu sponsor Asian Games 2018.

Walaupun menuai banyak pro dan kontra, Igun menilai aksi 188 tidak melanggar aturan karena setiap Warga Negara Indonesia mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum.

Mediasi berakhir deadlock

Mediasi pun dilakukan antara pengemudi dan aplikator ojek online untuk meredam aksi demo 188 yang difasilitasi oleh Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya.

Mediasi digelar di ruang rapat utama Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya pada Jumat (3/8/2018) pukul 16.00-19.30 WIB.

Namun, mediasi berakhir deadlock atau tidak ada titik temu.

Igun mengatakan, mediasi antara Garda dengan Gojek serta Grab dilakukan secara terpisah.

Dari hasil mediasi tersebut, Igun mengatakan, manajemen Gojek akan berdiskusi terlebih dahulu terkait tuntutan Garda untuk mengembalikan standar tarif pengemudi menjadi Rp 3.000 per kilometer.

Sebaliknya, Igun mengatakan, manajemen Grab menolak tuntutan yang diajukan Garda.

"Manajemen Grab menolak tuntutan kami. Seakan-akan mereka mendorong kami untuk tetap demo pada pembukaan Asian Games 2018. Mereka tidak kooperatif," kata Igun, Senin (6/8/2018).

Oleh karena itu, ia mengancam tetap melakukan aksi demo saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang.

"Sementara ini kami masih akan melakukan aksi 188," ujar Igun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Megapolitan
Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Megapolitan
Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Megapolitan
Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Megapolitan
UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Megapolitan
Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Megapolitan
Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Megapolitan
Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Megapolitan
Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Megapolitan
Musisi Berinisial AN Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Musisi Berinisial AN Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X