Kompas.com - 16/08/2018, 17:36 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menulis buku Kebijakan Ahok yang diluncurkan hari ini di Gedung Filateli, Kamis (16/8/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menulis buku Kebijakan Ahok yang diluncurkan hari ini di Gedung Filateli, Kamis (16/8/2018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Peluncuran buku "Kebijakan Ahok" yang ditulis oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dihadiri dengan berbagai tokoh di Gedung Filateli, Kamis (16/8/2018). Termasuk mantan pejabat DKI Jakarta yang dulu bekerja bersama Basuki atau Ahok.

Mereka adalah mantan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi, mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPPKB) DKI Jakarta Dien Emmawati, dan mantan Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Dwi Ratna.

Marina menceritakan kesan-kesannya selama bekerja dengan pria yang disapa Ahok itu.

"Beliau kalau kami diskusi dia, langsung cari jalan keluar dan langsung kita kerjakan," ujar Marina.

Baca juga: Dari Dalam Penjara, Ahok Buat Buku tentang Kebijakannya Selama di Jakarta

Bagi Marina, Ahok selalu bisa memberi keputusan dengan cepat atas permasalahan yang dia bawa. Ternyata apa yang disampaikan Marina juga disetujui oleh Koesmedi.

Koesmedi mengatakan Ahok bisa memberikan keputusan pada saat itu juga. Ini menjadi hal paling berkesan bagi Koesmedi, sebab semua masalah jadi tuntas lebih cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sering ajukan nota dinas ke Beliau untuk keputusan. Beliau langsung beri disposisi di situ juga, jadi tuntas di situ juga," ujar Koesmedi.

Buku Kebijakan Ahok ditulis oleh Ahok dari dalam penjara. Di sana tertuang cerita Ahok dalam merumuskan kebijakan-kebijakannya selama di Jakarta. Selain itu ada juga tulisan testimoni dari Koesmedi, Marina, dan lainnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPN Kota Bogor Siapkan Layanan Berbasis Digital untuk Permudah Masyarakat Urus Sertifikat Tanah

BPN Kota Bogor Siapkan Layanan Berbasis Digital untuk Permudah Masyarakat Urus Sertifikat Tanah

Megapolitan
Perluas Pangsa Pasar, Pemkot Bekasi Permudah Proses Sertifikasi Halal untuk UMKM

Perluas Pangsa Pasar, Pemkot Bekasi Permudah Proses Sertifikasi Halal untuk UMKM

Megapolitan
Catat, Ini Titik Rawan Ranjau Paku di Jakarta Selatan

Catat, Ini Titik Rawan Ranjau Paku di Jakarta Selatan

Megapolitan
RPTRA di Jakarta Pusat Kurang Perawatan akibat Anggaran Dipangkas untuk Penanganan Covid-19

RPTRA di Jakarta Pusat Kurang Perawatan akibat Anggaran Dipangkas untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Panel Tiang Listrik di Jalan WR Supratman Ciputat Terbakar

Panel Tiang Listrik di Jalan WR Supratman Ciputat Terbakar

Megapolitan
Video Dugaan Pungli di Pasar Kramatjati Viral, Pengelola Pasang Imbauan

Video Dugaan Pungli di Pasar Kramatjati Viral, Pengelola Pasang Imbauan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Pindahkan Makam yang Tertimbun Sampah

Pemkot Bekasi Segera Pindahkan Makam yang Tertimbun Sampah

Megapolitan
Tebar Ranjau Paku di Jalan Gatot Soebroto, Penambal Ban Manfaatkan Situasi PPKM Level 3

Tebar Ranjau Paku di Jalan Gatot Soebroto, Penambal Ban Manfaatkan Situasi PPKM Level 3

Megapolitan
Ratusan Makam di Bekasi Hilang Tertimbun Sampah

Ratusan Makam di Bekasi Hilang Tertimbun Sampah

Megapolitan
Anak Penyanyi Lawas Dilaporkan Penipuan Modus Penerimaan PNS, Para Korban Rugi Rp 9,7 M

Anak Penyanyi Lawas Dilaporkan Penipuan Modus Penerimaan PNS, Para Korban Rugi Rp 9,7 M

Megapolitan
Dari Berbagi Seporsi Nasi, Berujung Gerakan yang Menginspirasi

Dari Berbagi Seporsi Nasi, Berujung Gerakan yang Menginspirasi

Megapolitan
Akan Ada 148 SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM Pekan Depan

Akan Ada 148 SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM Pekan Depan

Megapolitan
PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Dibatalkan, Dindik: Jangan Sampai Ada Klaster Covid-19

PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Dibatalkan, Dindik: Jangan Sampai Ada Klaster Covid-19

Megapolitan
Pasar Jaya Sebut Petugas yang Pungli di Pasar Induk Kramatjati Ingin Cari Keuntungan Pribadi

Pasar Jaya Sebut Petugas yang Pungli di Pasar Induk Kramatjati Ingin Cari Keuntungan Pribadi

Megapolitan
Pasar Jaya Sebut Pelaku Pungli di Pasar Induk Kramatjati Telah Dipecat Pihak Ketiga

Pasar Jaya Sebut Pelaku Pungli di Pasar Induk Kramatjati Telah Dipecat Pihak Ketiga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.