Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laga Atletik Asian Games Tuntas, Rumput SUGBK Dipindahkan

Kompas.com - 01/09/2018, 19:09 WIB
Rima Wahyuningrum,
Krisiandi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Unit Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Mulyani mengatakan tim seremoni penutupan Asian Games 2018 segera melakukan penataan lapangan usai laga atletik pada Kamis (30/8/2018) malam tuntas.

Tim, kata dia, harus segera mengamankan area lapangan dan lintasan atletik dengan ditutup armordeck, untuk melapisi agar terlindungi dari beban berat panggung yang dipasang untuk acara penutupan.

Sementara rumput lapangan dipindahkan ke eks lapangan hoki dan akan dikembalikan begitu penutupan Asian Games rampung. 

"Jam 10 (malam usai laga) mereka kemas-kemas lalu jam 00.00 ditutup sisi timurnya dengan armordeck untuk pemasangan panggung," kata Mulyani kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2018).

Rumput zoysia matrella yang digunakan di lapangan SUGBK diklaim yang terbaik di dunia. SUGBK menjadi tempat ketiga di Indonesia setelah lapangan golf Halim dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang menggunakan rumput tersebut.

Rumput yang berasal dari Amerika Serikat itu dibibit di Thailand sebelum dikirim ke Indonesia.

Oleh karena itu, pengelola SUGBK menjaga kualitas tanah lapangan agar tidak rusak selama pemasangan panggung dengan ditutupi oleh papan armordeck.

Baca juga: Perusahaan Asal Perancis Ini Ikut Dilibatkan Dalam Penutupan Asian Games 2018

"Sebelum ditutup armordeck itu dilakukan pemupukan supaya rumput itu tidur. Tapi begitu ditanam kemarin langsung dirawat (dan) dipupuk. Ada alatnya pakai mesin, jadi cepat pekerjaan," katanya.

Pihaknya merasa lega bahwa pada acara seremoni penutupan Asian Games 2018 pada 2 September nanti disebutkan tidak memakan banyak beban yang menimpa area rumput.

"Closing (ceremony) kali ini lebih simpel panggungnya karena dikerjakan hanya dalam waktu dua hari. Begitu closing selesai nanti akan mulai langsung dibongkar," tambahnya.

Kompas TV Meski sejumlah cabang olahraga sudah menyelesaikan pertandingan masyarakat Jakarta tetap antusias mendatangi kompleks Gelora Bung Karno, Sabtu (1/9).
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bantah Pernyataan Ketua STIP soal Tak Ada Lagi Perpeloncoan, Alumni: Masih Ada, tapi pada Enggak Berani Berkoar

Bantah Pernyataan Ketua STIP soal Tak Ada Lagi Perpeloncoan, Alumni: Masih Ada, tapi pada Enggak Berani Berkoar

Megapolitan
Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Megapolitan
Jukir Liar Minimarket Ikhlas “Digusur” Asal Pemerintah Beri Pekerjaan Baru

Jukir Liar Minimarket Ikhlas “Digusur” Asal Pemerintah Beri Pekerjaan Baru

Megapolitan
Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta di Kemayoran karena Terobos Palang Pelintasan

Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta di Kemayoran karena Terobos Palang Pelintasan

Megapolitan
Manjakan Lansia, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Tak Lagi Pakai Tempat Tidur Tingkat

Manjakan Lansia, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Tak Lagi Pakai Tempat Tidur Tingkat

Megapolitan
KAI Commuter: Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

KAI Commuter: Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Megapolitan
Tiga Jenazah ABK Kapal yang Terbakar di Muara Baru Telah Dijemput Keluarga

Tiga Jenazah ABK Kapal yang Terbakar di Muara Baru Telah Dijemput Keluarga

Megapolitan
Gangguan Jiwa Berat, Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Sempat Dirawat di RSJ

Gangguan Jiwa Berat, Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Sempat Dirawat di RSJ

Megapolitan
Jika Profesinya Dihilangkan, Jukir Liar Minimarket: Rawan Maling Motor dan Copet!

Jika Profesinya Dihilangkan, Jukir Liar Minimarket: Rawan Maling Motor dan Copet!

Megapolitan
Polisi: Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan Berat

Polisi: Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan Berat

Megapolitan
Imbas Tanah Longsor, Warga New Anggrek 2 GDC Depok Khawatir Harga Rumah Anjlok

Imbas Tanah Longsor, Warga New Anggrek 2 GDC Depok Khawatir Harga Rumah Anjlok

Megapolitan
Kisah Iyan, Korban Banjir Cipayung yang Terpaksa Mengungsi ke Rumah Mertua 2 Bulan Lamanya...

Kisah Iyan, Korban Banjir Cipayung yang Terpaksa Mengungsi ke Rumah Mertua 2 Bulan Lamanya...

Megapolitan
Maling Motor 'Ngadu' ke Ibunya Lewat 'Video Call' Saat Tertangkap Warga: Mak, Tolongin...

Maling Motor 'Ngadu' ke Ibunya Lewat 'Video Call' Saat Tertangkap Warga: Mak, Tolongin...

Megapolitan
Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Sediakan Alat Pijat dan 'Treadmill' untuk Calon Jemaah Haji

Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Sediakan Alat Pijat dan "Treadmill" untuk Calon Jemaah Haji

Megapolitan
Penampakan Rumah TKP Penusukan Seorang Ibu oleh Remaja Mabuk di Bogor, Sepi dan Tak Ada Garis Polisi

Penampakan Rumah TKP Penusukan Seorang Ibu oleh Remaja Mabuk di Bogor, Sepi dan Tak Ada Garis Polisi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com