Sebuah Bangunan di Pantai Indah Kapuk Runtuh

Kompas.com - 14/09/2018, 09:47 WIB
Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara. Dokumentasi Agung Sedayu GroupPantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah bangunan yang masih dalam tahap konstruksi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, runtuh Kamis (13/9/2018) sore kemarin.

Kepala Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan Jakarta Utara Satriadi Gunawan mengatakan, ada dugaan seorang pekerja bangunan terperangkap di reruntuhan bangunan itu.

"Ini masih kami cari kebenarannya (atau atau tidak pekerja yang terperangkap), kami lagi sisir di situ karena ukurannya lumayan besar jadi ya kami belum ketemu aja. Jadi ada apa enggaknya kami belum tahu," kata Satriadi saat dikonfirmasi.

Ia menduga, bangunan itu runtuh akibat konstruksi di lantai dua yang tidak kuat menahan pengecoran atap. Namun, Satriadi belum bisa memastikan bangunan apa itu.

"Dia mau bikin apa, enggak tahu, tapi lokasinya di depan Waterbom, enggak tahu buat kantor atau pos satpam atau apa," kata Satriadi.

Lima orang petugas pemadam kebakaran dan satu unit light rescue diberangkatkan menju lokasi yang berada di Cluster Ebony depan Waterbom pada pukul 06.30 pagi.

Hingga kini, petugas pemadam kebakaran masih mencari pekerja yang diduga tertimpa bangunan.

(Koreksi dari Redaksi: Sebelumnya dalam berita ini disebutkan bangunan itu runtuh Jumat dini hari ini. Hal itu berdasarkan keterangan Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan Jakarta Utara. Namun pihak kepolian memastikan, bagunan itu runtuh Kamis sore kemarin. Mohon maaf atas kekeliruan yang terjadi.)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X