Kuasa Hukum M Taufik Belum Berniat Cabut Laporan terhadap KPU DKI

Kompas.com - 15/09/2018, 06:28 WIB
Kuasa Hukum Politikus Partai Gerindra Mohamad Taufik, Yupen Hadi, memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jumat (14/9/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKuasa Hukum Politikus Partai Gerindra Mohamad Taufik, Yupen Hadi, memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jumat (14/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Lembaga Advokasi DPD Gerindra DKI Jakarta Yupen Hadi belum berencana mencabut laporan-laporan dari Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

KPU DKI Jakarta telah mencoret Taufik dari daftar calon anggota legislatif (caleg) sementara karena Taufik pernah menjadi terpidana kasus korupsi.

Namun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta memutuskan sebaliknya dan meloloskan Taufik sebagai bakal caleg.

"Memang saya belum berniat mencabut laporan, baik yang ke DKPP, Polda, ataupun ke Bawaslu," ujar Yupen melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (14/9/2018) malam.

Lembaga Advokasi DPD Gerindra mewakili Taufik melaporkan KPU DKI Jakarta ke sejumlah instansi, yaitu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Bawaslu DKI, dan Polda Metro Jaya.

Laporan itu dibuat karena mereka menganggap KPU tidak melaksanakan keputusan Bawaslu DKI yang memperbolehkan mantan napi korupsi mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Hal itu diperkuat oleh keputusan Mahkamah Agung bahwa mantan narapidana korupsi bisa ikut Pemilihan Legislatif 2019. Putusan itu sekaligus menyatakan bahwa Peraturan KPU yang melarang eks koruptor jadi caleg bertentangan dengan Undang-Undang Pemilu.

Baca juga: Putusan MA: Eks Koruptor Boleh Nyaleg

Menurut Yupen, pelaporan terhadap KPU DKI ke tiga instansi tersebut tidak berhubungan dengan putusan MA sehingga ia tetap melanjutkan laporan tersebut.

Namun, keputusan final akan diserahkan kepada Taufik selaku pihak yang berperkara.

"Sampai saat ini kami belum berniat mencabut laporan. Tapi putusan akhir tentu kami serahkan pada Pak Taufik selaku principal dan korban," ujar Yupen.

Secara terpisah, Taufik mengatakan akan mendiskusikan hal tersebut dengan tim pengacaranya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Capai 3,2 Juta Ton pada 2025

Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Capai 3,2 Juta Ton pada 2025

Megapolitan
Polisi Lalu Lintas Polda Metro Kini Dilengkapi Kamera di Seragam

Polisi Lalu Lintas Polda Metro Kini Dilengkapi Kamera di Seragam

Megapolitan
Bogor Darurat Narkoba, Polisi Ungkap 17 Kasus dan Amankan 20 Pengedar Selama September 2019

Bogor Darurat Narkoba, Polisi Ungkap 17 Kasus dan Amankan 20 Pengedar Selama September 2019

Megapolitan
Hasto Sebut Kasus Penusukan Wiranto sebagai National Warning

Hasto Sebut Kasus Penusukan Wiranto sebagai National Warning

Megapolitan
6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Joglo

6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Joglo

Megapolitan
Antisipasi Demo, Ruas Jalan di Sekitar Istana Merdeka Juga Dialihkan

Antisipasi Demo, Ruas Jalan di Sekitar Istana Merdeka Juga Dialihkan

Megapolitan
Tanggapi Kasus Penusukan Wiranto, Hasto: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya

Tanggapi Kasus Penusukan Wiranto, Hasto: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya

Megapolitan
Ditugaskan Megawati, Sekjen PDI-P Hasto Jenguk Wiranto di RSPAD

Ditugaskan Megawati, Sekjen PDI-P Hasto Jenguk Wiranto di RSPAD

Megapolitan
Wanita Penyebar Video Viral Penggal Jokowi Divonis Hari Ini

Wanita Penyebar Video Viral Penggal Jokowi Divonis Hari Ini

Megapolitan
Pelat Nomor Palsu, Polisi Sulit Lacak Pengemudi Mobil Terbakar di Pom Bensin Cipayung

Pelat Nomor Palsu, Polisi Sulit Lacak Pengemudi Mobil Terbakar di Pom Bensin Cipayung

Megapolitan
Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Kualitas Udara Jakarta Diklaim Membaik

Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Kualitas Udara Jakarta Diklaim Membaik

Megapolitan
Mural, Cara Asyik SDN Pondok Kacang 03 Tingkatkan Pengetahuan Siswanya

Mural, Cara Asyik SDN Pondok Kacang 03 Tingkatkan Pengetahuan Siswanya

Megapolitan
Antisipasi Demo, Polisi Terapkan Rekaya Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR RI

Antisipasi Demo, Polisi Terapkan Rekaya Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR RI

Megapolitan
BEM SI Pastikan Tak Ada Demo di DPR, Jalan Gatot Subroto Tetap Ditutup

BEM SI Pastikan Tak Ada Demo di DPR, Jalan Gatot Subroto Tetap Ditutup

Megapolitan
Gaji dan Tunjangan Lima Pimpinan DPRD DKI Jakarta Capai Ratusan Juta, Ini Rinciannya

Gaji dan Tunjangan Lima Pimpinan DPRD DKI Jakarta Capai Ratusan Juta, Ini Rinciannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X