Rampok yang Perkosa PRT di Cimanggis Mantan Pekerja Selokan di Lingkungan Korban

Kompas.com - 22/09/2018, 06:17 WIB
Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto, di Polresta Depok, Jumat (21/9/2018).Kompas.com//Cynthia Lova Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto, di Polresta Depok, Jumat (21/9/2018).

DEPOK, KOMPAS.com — Asep Mulyana (38), perampok sekaligus pemerkosa SF (48), pekerja rumah tangga di Kompleks IPTN, Harjamukti, Cimanggis, Depok, ternyata pernah bekerja di kompleks tersebut sebagai pembuat selokan.

“Iya, pernah bekerja di kawasan kompleks ini sebagai pembuat parit atau selokan tahun 2016 lalu. Saya yang buat selokan kawasan kompleks ini sampai Tol Cibubur waktu itu,” ucap Asep Mulyana di Polresta Depok, Jalan Margonda, Jumat (21/9/2018).

Asep ditangkap petugas di tempat persembunyiannya di kawasan Sukabumi, Bandung, Jawa Barat, Jumat, pasca-melakukan kejahatan tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan dan Perampokan PRT di Cimanggis

Pengalaman pelaku pernah bekerja di kawasan Kompleks IPTN membuat dia paham mengenai situasi pengamanan di kompleks tersebut.

Pekerja bangunan ini mengatakan, dirinya memasuki rumah majikan korban melalui pagar belakang rumah.

“Iya, saya manjat dari belakang rumah tersebut, lalu langsung buka jendela dan membuka kunci pintu kamarnya,” ucap Asep.

Asep mengaku nekat mencuri karena butuh uang untuk pulang ke kampung halamannya di Sukabumi.

“Ya, saya butuh uang untuk pulang kampung di Sukabumi makanya saya mencuri gini. Saya baru sekali kok lakuin, terpaksa karena butuh uang,” ucap Asep.

Baca juga: PRT di Cimanggis yang Diperkosa Pencuri Alami Trauma

Sebelumnya, SF (48) menjadi korban pemerkosaan sekaligus perampokan di rumah majikannya di Kompleks IPTN, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (20/9/2018) dini hari.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan, berdasarkan keterangan korban, pelaku masuk diam-diam ke dalam rumah majikan korban.

"Saat pelaku tahu kalau dirinya dipergoki, ia langsung membawa korban ke dalam kamar dan mengancam korban menggunakan senjata tajam," ucap Bintoro, melalui keterangan tertulis, Kamis.

Ia mengatakan, pelaku juga memaksa korban melakukan hubungan intim. Setelah memerkosa korban, pelaku mencuri barang-barang di rumah lalu melarikan diri.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X