Data Ante Mortem Keluarga Korban Lion Air yang Sudah Masuk Berjumlah 185, DNA Sebanyak 72

Kompas.com - 30/10/2018, 19:11 WIB
Sebelas kantong jenazah kembali tiba di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018) malam KOMPAS.com/Ryana AryaditaSebelas kantong jenazah kembali tiba di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018) malam

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi menyebut, hingga saat ini data ante mortem dari keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang terkumpul sebanyak 185.

Selain itu, untuk DNA keluarga yang diambil sebanyak 72 DNA.

"Sampai saat ini, yang kita terima data ante mortem itu sudah 185 dan yang kemudian yang kita ambil DNA-nya sekitar 72, dan masih berlangsung hingga saat ini," ujar Arthur, kepada wartawan, Selasa (30/10/2018).


Baca juga: Badan Pesawat Lion Air JT 610 Belum Ditemukan hingga Selasa Sore

Pengambilan DNA sendiri baru berjumlah 72 lantaran sebagian keluarga yang datang bukanlah keluarga kandung baik ayah, ibu, suami, istri, maupun anak.

"Yang datang kadang-kadang memang bukan garis keturunannya. Untuk itu kita minta yang datang ada garis keturunannya untuk kita ambil," kata dia.

Terkait pemeriksaan DNA, Arthur menyebut, untuk satu korban atau satu profile DNA memerlukan waktu 1x24 jam untuk memprofiling atau mengidentifikasi.

"Sekali lagi kita perlu waktu. Karena masyarakat pasti bertanya kenapa lama? Dengan body part (bagian tubuh) yang kita temukan, paling cepat kita akan dapat mengidentifikasi yang sudah ada itu adalah sekitar 4 hingga 8 hari ke depan," ujar dia.

Baca juga: Naiknya Lumpur Jadi Kendala Penyelaman di Lokasi Jatuhnya Lion Air

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat itu mengangkut 178 orang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Identitas Kepala Sudinhub Jakbar Dicatut Penipu, Stafnya Jadi Korban

Identitas Kepala Sudinhub Jakbar Dicatut Penipu, Stafnya Jadi Korban

Megapolitan
Hendak Menumpang Truk, Seorang Bocah Tewas Terserempet Bus di Koja

Hendak Menumpang Truk, Seorang Bocah Tewas Terserempet Bus di Koja

Megapolitan
Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca 3 Meter yang Melilit di Lampu Jalan

Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca 3 Meter yang Melilit di Lampu Jalan

Megapolitan
ART yang Ditusuk Orang Tak Dikenal di Duren Sawit Meninggal

ART yang Ditusuk Orang Tak Dikenal di Duren Sawit Meninggal

Megapolitan
Perempuan yang Selonjoran di Tengah Jalan Margonda Pernah Coba Bunuh Diri Lompat dari JPO

Perempuan yang Selonjoran di Tengah Jalan Margonda Pernah Coba Bunuh Diri Lompat dari JPO

Megapolitan
Diduga Depresi, Seorang Perempuan Selonjoran di Tengah Jalan Margonda Depok

Diduga Depresi, Seorang Perempuan Selonjoran di Tengah Jalan Margonda Depok

Megapolitan
Petugas Damkar Tangkap Biawak 1,5 Meter di Atap Rumah Warga

Petugas Damkar Tangkap Biawak 1,5 Meter di Atap Rumah Warga

Megapolitan
Pondok Indah Mal Hadirkan Atraksi Juara Dunia Barongsai, Ini Jadwalnya

Pondok Indah Mal Hadirkan Atraksi Juara Dunia Barongsai, Ini Jadwalnya

Megapolitan
Mulai Rabu Depan, Kelenteng Petak Sembilan Buka 24 Jam Sampai Imlek

Mulai Rabu Depan, Kelenteng Petak Sembilan Buka 24 Jam Sampai Imlek

Megapolitan
Wakapolri: Jumlah Mahasiswa yang Terjerat Narkoba Bertambah Tiap Tahun

Wakapolri: Jumlah Mahasiswa yang Terjerat Narkoba Bertambah Tiap Tahun

Megapolitan
Wakapolri Sebut Laut Rentan Jadi Jalur Masuk Narkoba Jaringan Luar Negeri

Wakapolri Sebut Laut Rentan Jadi Jalur Masuk Narkoba Jaringan Luar Negeri

Megapolitan
Curi Lebih dari 100 Motor, Pasutri Ditangkap Polisi

Curi Lebih dari 100 Motor, Pasutri Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kepulauan Seribu Perkenalkan Objek Wisata Baru Pantai Cikaya di Pulau Karya

Kepulauan Seribu Perkenalkan Objek Wisata Baru Pantai Cikaya di Pulau Karya

Megapolitan
Jumlah Anak Muda Pemakai Narkoba Terus Meningkat, Ini Penjelasan Wakapolri

Jumlah Anak Muda Pemakai Narkoba Terus Meningkat, Ini Penjelasan Wakapolri

Megapolitan
Dana Belum Turun, Pengerukan di Lokasi Penggusuran Sunter Agung Berhenti

Dana Belum Turun, Pengerukan di Lokasi Penggusuran Sunter Agung Berhenti

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X