Kompas.com - 03/11/2018, 19:33 WIB
Melalui Basarnas, Tim DVI Polda Jabar menyerahkan 25 body part dan 3 properti yang diduga milik penumpang Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Sabtu (3/11/2018. KOMPAS.com/ FARIDA FARHANMelalui Basarnas, Tim DVI Polda Jabar menyerahkan 25 body part dan 3 properti yang diduga milik penumpang Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Sabtu (3/11/2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim DVI Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 3 jenazah penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Identifikasi terhadap ketiga korban sudah dilakukan sejak Selasa (30/10/2018).

"Jadi, sore ini kami berhasil mengidentifikasi 3 penumpang Lion Air JT 610," ujar Kepala Bidang DVI Mabes Polri Lisda Cancer, dalam konferensi pers di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (3/11/2018).

Baca juga: Hingga Rabu Siang, 49 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI Polri

Tiga penumpang yang berhasil diidentifikasi atas nama Endang Sri Bagusnita (20) dengan nomor antemortem 206, yang tinggal di Perum Kedaung, Tangerang. Identifikasi jasad Endang dari sidik jari dan medis.

Korban lainnya atas nama Wahyu Susilo (31) dengan nomor antemortem 102. Wahyu tinggal di Terucuk, Kabupaten Klaten.

Jasad Wahyu teridentifikasi melalui sidik jari, medis, dan properti yang digunakan.

Jasad terakhir yang teridentifikasi atas nama Fauzan Azima (25), dengan nomor antemortem 058. Fauzan tinggal di Sumatera Barat.

Jasad Fauzan teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.

Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Haryanto mengatakan, sebelum melakukan pers rilis, pihaknya telah memberitahukan hasil identifikasi kepada keluarga korban.

Baca juga: 2 Jenazah Korban Lion Air Yang Teridentifikasi Diserahkan ke Keluarga

"Sebelum rilis kami sudah sampaikan ke keluarga penumpang. Beberapa waktu lalu ada masukan dari keluarga penumpang, memang SOP-nya begitu," ujar Haryanto.

Dengan teridentifikasinya 3 jasad penumpang tersebut, maka tim DVI telah mengidentifikasi 7 jenazah dari total 73 kantong jenazah yang diterima RS Polri Kramatjati.

Empat jenazah sebelumnya atas nama Jannatun Cintya Dewi (24) warga Sidoarjo, Jawa Timur, Chandra Kirana (29) warga Pali, Sumatera Selatan, Moni (41) warga Sawah Besar, Jakarta Pusat, dan Hizkia Jorry Saroinsong (23) warga Jalan Kramat Kenari, Jakarta Pusat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suasana Penggeledahan Rumah Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Jakarta terkait Kasus Mafia Tanah di Cipayung

Suasana Penggeledahan Rumah Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Jakarta terkait Kasus Mafia Tanah di Cipayung

Megapolitan
Jangan Pakai Kekerasan, Komnas Perempuan Minta Persoalan Perselingkuhan Dibawa ke Polisi

Jangan Pakai Kekerasan, Komnas Perempuan Minta Persoalan Perselingkuhan Dibawa ke Polisi

Megapolitan
Ini Hal yang Harus Dilakukan Masyarakat Sebelum Datang ke 'Car Free Day' di Jakarta...

Ini Hal yang Harus Dilakukan Masyarakat Sebelum Datang ke "Car Free Day" di Jakarta...

Megapolitan
Gubernur Anies Pimpin Pelepasan 19 Ton Produk Beras FS Yasamin ke Arab Saudi

Gubernur Anies Pimpin Pelepasan 19 Ton Produk Beras FS Yasamin ke Arab Saudi

Megapolitan
Komnas Perempuan Minta Penegak Hukum Pahami Faktor Pendorong Terjadinya Pembunuhan Bermotif Perselingkuhan

Komnas Perempuan Minta Penegak Hukum Pahami Faktor Pendorong Terjadinya Pembunuhan Bermotif Perselingkuhan

Megapolitan
Hindari Motor yang Masuk Jalur Khusus, Truk Boks Terguling di Jalan DI Panjaitan

Hindari Motor yang Masuk Jalur Khusus, Truk Boks Terguling di Jalan DI Panjaitan

Megapolitan
Kembali Diadakan, Ini 6 Lokasi 'Car Free Day' di DKI Jakarta

Kembali Diadakan, Ini 6 Lokasi "Car Free Day" di DKI Jakarta

Megapolitan
Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkot Bakal Awasi Hewan Ternak yang Masuk ke Jaksel

Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkot Bakal Awasi Hewan Ternak yang Masuk ke Jaksel

Megapolitan
Besok, Taman Kota 1 Tangsel Kembali Dibuka untuk Umum

Besok, Taman Kota 1 Tangsel Kembali Dibuka untuk Umum

Megapolitan
Seorang WNA Diduga Pelaku Skimming ATM Ditangkap di Depok

Seorang WNA Diduga Pelaku Skimming ATM Ditangkap di Depok

Megapolitan
Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Pulogadung Kembali Digelar Setelah 2 Tahun

Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Pulogadung Kembali Digelar Setelah 2 Tahun

Megapolitan
Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Mayoritas Jemaah Masih Mengenakan Masker

Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Mayoritas Jemaah Masih Mengenakan Masker

Megapolitan
Rumah yang Digeledah Kejati DKI di Depok Milik Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Jakarta

Rumah yang Digeledah Kejati DKI di Depok Milik Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Jakarta

Megapolitan
Shalat Jumat di Masjid Al-Azhom, Jemaah Lebih Nyaman Bawa Alat Ibadah Sendiri

Shalat Jumat di Masjid Al-Azhom, Jemaah Lebih Nyaman Bawa Alat Ibadah Sendiri

Megapolitan
'Car Free Day' di Jakarta Diadakan Kembali Mulai Minggu Ini

"Car Free Day" di Jakarta Diadakan Kembali Mulai Minggu Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.