Asian Games Dongkrak Produksi Pedagang Besar dan Eceran DKI

Kompas.com - 06/11/2018, 11:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menyerahkan piala sebagai simbol Asian Games ke-19 di Hang Zhou, China, pada Upacara Penutupan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/9/2018).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menyerahkan piala sebagai simbol Asian Games ke-19 di Hang Zhou, China, pada Upacara Penutupan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelaran pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018, tercatat mendongkrak pertumbuhan produksi para pedagang besar maupun eceran yang ada di Jakarta.

Hal itu nampak dari realisasi pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta kuartal III 2018 sebesar 6,41 persen, di mana dari sisi lapangan usaha ada dorongan positif penyelenggaraan Asian Games terhadap pertumbuhan perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor.

"Penyelenggaraan Asian Games bulan Agustus hingga September lalu memberi dorongan pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan capaian pertumbuhan mencapai 6,55 persen (year on year)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Trisno Nugroho melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Puan: Suksesnya Asian Games 2018 adalah Wujud Revolusi Mental

Trisno menjelaskan, pertumbuhan sektor perdagangan yang relatif tinggi tidak lepas dari peran para atlet dan kontingen peserta Asian Games.

Peran yang dimaksud adalah ketika mereka membelanjakan uangnya di Ibu Kota serta besarnya animo masyarakat saat membeli pernak-pernik khas Asian Games.

Di sektor lain seperti konstruksi, didapati juga pertumbuhan yang lebih baik dibanding kuartal II 2018, di mana capaian kuartal III sebesar 4,84 persen atau lebih tinggi dari kuartal II yang pertumbuhannya 1,40 persen.

Pertumbuhan positif sektor konstruksi didorong oleh berlanjutnya investasi bangunan dan progress pembangunan infrastruktur di Jakarta.

Baca juga: Bonus Atlet DKI Asian Para Games Sama dengan Asian Games

Meski begitu, ada perlambatan pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menyebabkan tertahannya pertumbuhan industri pengolahan kuartal III sebesar 5,82 persen. 

"Pelaku usaha masih hati-hati untuk meningkatkan volume usahanya sambil terus mengikuti perkembangan kemampuan daya serap masyarakat," tutur Trisno.

BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta untuk keseluruhan tahun 2018 masih relatif stabil dibanding 2017. Namun, level pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta dinilai masih akan ada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan pemerintah sebesar 5,2 persen.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X