Kecelakaan di Pelintasan, Kepala Stasiun Sebut Warga Kurang Hati-hati

Kompas.com - 08/11/2018, 05:44 WIB
Pengguna jalan nekat melintas meski pintu perlintasan Kereta Api menutup Jalan Garuda, Kemayoran, Senin (28/6/2010). Kurangnya kesadaran berlalu-lintas bisa mengakibatkan kesemrawutan dan kecelakaan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Pengguna jalan nekat melintas meski pintu perlintasan Kereta Api menutup Jalan Garuda, Kemayoran, Senin (28/6/2010). Kurangnya kesadaran berlalu-lintas bisa mengakibatkan kesemrawutan dan kecelakaan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Stasiun Rawa Buntu, Aliyas mengatakan, sering terjadi kecelakaan di pelintasan rel kereta listrik ( KRL) yang dikenal dengan nama Rawa Mekar Jaya, antara Stasiun Sudimara dan Stasiun Rawa Buntu.

Terbaru, seorang pengendara sepeda motor tertabrak KRL yang hendak menuju Serpong, Rabu (7/11/2018) di lokasi tersebut.

Beberapa bulan sebelumnya juga ada pejalan kaki dan pengendara sepeda motor tertabrak kereta yang sedang melintas.

Aliyas mengatakan, hal itu terjadi karena warga tidak berhati-hati saat melintas.

Baca juga: PT KAI: Angka Kecelakaan Kereta Api Selama Lebaran 2018 Nihil

Terlebih, perlintasan di sana bukan pelintasan resmi yang dibuka PT KAI, sehingga tidak ada penjagaan atau palang pintu di lokasi sebagai penanda kereta akan melintas.

"Sebenarnya kejadiannya sudah sering. Kami sudah sering sosialisasi, waspada lihat kanan kiri ketika melintas. Dahulukan kereta. Tapi memang bandel. Itu kan sudah tidak terdaftar (sebagai perlintasan) karena sudah buntu jalannya," ujar Aliyas saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Ilyas mengungkapkan, awalnya pelintasan tersebut merupakan perlintasan resmi di bawah PT KAI.

Namun, karena di sekitar kawasan itu telah dibangun jalan tol, maka pengendara melintas menggunakan flyover dan perlintasan tersebut ditutup.

Baca juga: PT KCI Berharap Perbanyak Bangun Flyover atau Underpass di Perlintasan Sebidang

Namun, karena masih ada permukiman di sana maka warga tetap memanfaatkan pelintasan sebagai akses alternatif.

Aliyas mengatakan pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengaktifkan kembali pelintasan tersebut.

Selain karena biaya, pemerintah juga saat ini tidak memperbolehkan membuka kembali pelintasan sebidang karena dikhawatirkan angka kecelakaan yang semakin meningkat.

Adapun PT KCI sebagai operator KRL Jabodetabek telah gencar sosialisasi agar warga berhati-hati ketika melintas.

"Solusinya begini, warga berhati-hati sajalah karena sudah ada peringatan dan sosialisasi. Dari kelurahan juga sudah sosialisasi tapi mereka kurang waspada, kurang peduli terhadap diri sendiri," ujar Aliyas.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

Megapolitan
Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Megapolitan
Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Pangkas TKD PNS yang Tangani Covid-19

Pemprov DKI Tak Pangkas TKD PNS yang Tangani Covid-19

Megapolitan
Pohon Tumbang di Cipayung Timpa Mobil dan Rusak Instalasi Listrik

Pohon Tumbang di Cipayung Timpa Mobil dan Rusak Instalasi Listrik

Megapolitan
Batal Ditutup, Layanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Batal Ditutup, Layanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X