Bocah Enam Tahun Dicabuli Tukang Sampah di Koja

Kompas.com - 27/11/2018, 16:37 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang bocah berusia enam tahun berinisial S dicabuli seorang tukang sampah bernama Muhammad Yusuf di kawasan Koja, Jakarta Utara.

Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Andry Suharto mengatakan, pencabulan itu dipergoki ibu kandung S, yakni E, pada Senin (26/11/2018).

Menurut Andry, kejadian ini bermula ketika S diminta ibunya angkat jemuran di lantai dua rumahnya.

Baca juga: Siswi SMA Dicabuli 8 Orang dalam Setahun, Salah Satunya Ayah Sendiri

Ketika itu, S berada di tempat E berdagang yang jaraknya 10 meter-20 meter dari rumah mereka.

Saat E meminta bantuan S, ia melihat Yusuf masih berada di tempatnya berdagang.

Namun, kata E, ketika S beranjak ke rumah, Yusuf ikut menghilang. E yang merasa curiga kemudian lari ke rumahnya dan menemukan Yusuf hendak berbuat bejat terhadap anaknya.

"Karena curiga maka pelapor segera menyusul korban dan pelapor melihat dari kaca jendela rumahnya, korban sedang dipeloroti celana dalamnya," kata Andry saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/11/2018).

Baca juga: Menolak Dicabuli Ayah Tiri, Kepala Siswi SMA Dibenturkan ke Dinding

Andry menyatakan, Yusuf merupakan teman dekat ayah S. Hal itulah yang membuat S tidak melawan dan membiarkan Yusuf masuk ke tempat tinggalnya.

"Enggak ada ancaman, pelaku itu sering main ke rumahnya pelapor jadi biasa saja, berteman sama si suaminya. Kebetulan rumah pelaku dan pelapor enggak jauh," kata Andry.

Akibat perbuatannya itu, Yusuf terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X