Wacana Eceng Gondok di Kali Sentiong dan Bagaimana Efektivitasnya

Kompas.com - 29/11/2018, 06:50 WIB
Kondisi Kali Sentiong atau Kali Item di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (27/11/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Kondisi Kali Sentiong atau Kali Item di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Jakarta Utara melempar wacana penanaman tumbuhan eceng gondok di Kali Sentiong atau Kali Item.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menyatakan, penanaman eceng gondok bertujuan menaturalisasi dan memperbaiki kualitas air di kali tersebut.

"Mau coba di Kali Sentiong yang dibilang Kali Item, jadi kalau akar-akarnya menyedot racun-racun yang berbahaya di air, daunnya juga kan bagus buat pemandangan," kata Ali.

Baca juga: Mungkinkah Kali Item Bersih dengan Eceng Gondok?


Lebih lanjut, Kepala Satuan Pelaksana UPK Badan Air Jakarta Utara Lambas Sigalingging menyebut wacana itu muncul setelah ia melihat bahwa perairan yang ditanami eceng gondok umumnya jadi jernih.

"Kenapa itu bisa bening? Karena lengket itu kotoran-kotoran ke akarnya itu. Itulah salah satu kehebatan tumbuhan itu, ada buktinya," ujar Lambas.

Kendati demikian, Lambas mengakui belum ada kota lain yang sengaja menanam eceng gondok guna menjernihkan air. Ia pun menegaskan wacana itu masih berupa uji coba.

Efektif?

Pakar Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gadis Sri Haryani menyebut tanaman itu memang efektif dalam membantu Kali Sentiong menjadi lebih jernih.

Baca juga: Bila Eceng Gondok di Kali Item Sukses, Bunga Teratai Juga Akan Ditanam

" Eceng gondok memang bersifat fitoremediasi. Artinya, bisa menyerap senyawa organik dan anorganik," kata Gadis.

Menurutnya, eceng gondok juga mudah hidup selama asal ada nutrien berupa polutan yang bisa dihirup tanaman bernama ilmiah Eichhornia crassipes itu.

Walaupun begitu, Gadis mengingatkan, pemerintah sebaiknya menekankan upaya pencegahan daripada penanggulangan menggunakan eceng gondok.

Ia berpendapat, pemerintah semestinya mencari sumber polusi Kali Sentiong. Ia mengusulkan, pemerintah membuat tempat pengolahan limbah agar polusi tidak masuk ke Kali Sentiong.

"Akan lebih sulit mengolah kali terus-menerus dibanding membuatkan tempat pengolahan limbah yang bersifat komunal, misalnya beberapa industri dibuatkan satu tempat pengolahan limbah," katanya.

Baca juga: Alasan Pemkot Jakarta Utara Akan Tanami Eceng Gondok di Kali Sentiong

Gadis melanjutkan, eceng gondok yang ditanam juga harus bisa dikendalikan karena tanaman itu bersifat invasif. Ia mencontohkan eceng gondok yang menginvasi Rawa Pening dan Danau Limboto.

Pemerintah mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut. Rencananya, eceng gondok yang ditanam adalah yang berbentuk bibit dan persebarannya akan dibatasi oleh high density polyethelene (HDPE).

Bila cara itu berhasil, Lambas berencana menanam pohon teratai di kali tersebut untuk menambah indah pemandangan.

"Coba kalian lihat kali itu kalau sudah di-sheetpile itu kan gersang banget ya, coba kita bayangin kalau di situ ada tumbuhan yang terawat," kata Lambas.

Baca juga: Dibersihkan sejak 2016, Rawa Pening Baru Bebas Eceng Gondok 2 Tahun Lagi

Sebelumnya, kotornya Kali Sentiong menjadi sorotan karena dikhawatirkan mengganggu kenyamanan atlet Asian Games yang menginap di Wisma Atlet Kemayoran yang terletak tak jauh dari Kali Sentiong.

Sejumlah upaya temporer diterapkan untuk memperbaiki kualitas air dengan memasang aerator, nano bubble, hingga waring supaya bau tak sedap tidak muncul.



Terkini Lainnya

Aryo Djojohadikusumo, Komisaris di Perusahaan Pemilik Ambulans Berlogo Gerindra

Aryo Djojohadikusumo, Komisaris di Perusahaan Pemilik Ambulans Berlogo Gerindra

Megapolitan
Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Megapolitan
Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Megapolitan
Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Megapolitan
Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Megapolitan
Anggota Brimob yang Viral Saat 'Video Call' Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Anggota Brimob yang Viral Saat "Video Call" Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Megapolitan
Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Megapolitan
Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Megapolitan
Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Megapolitan
Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Megapolitan
Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Megapolitan
Foto 'Video Call' Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Foto "Video Call" Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Megapolitan
Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Megapolitan
Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Megapolitan
Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Megapolitan

Close Ads X