Kompas.com - 29/11/2018, 10:32 WIB
Mantan wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu di Kantor Asyikpreneur, Kalimalang, Kota Bekasi, Kamis (20/9/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIMantan wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu di Kantor Asyikpreneur, Kalimalang, Kota Bekasi, Kamis (20/9/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu yakin proses pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta akan berjalan dengan baik.

Hal itu dikatakan Syaikhu karena sudah ada titik temu terkait mekanisme proses pencalonan wagub DKI dari kedua partai pengusung, antara PKS dan Partai Gerindra.

Adapun Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto sebelumnya diusung PKS menjadi cawagub DKI menggantikan Sandiaga Uno.

Baca juga: Jemput Dukungan Jadi Wagub DKI, Syaikhu Akan Lobi Fraksi DPRD DKI

"Mudah-mudahan ini bisa diterima oleh Partai Gerindra dan mekanisme yang ada pada partai Gerindra, setelah itu mungkin bisa langsung diserahkan surat dari partai pengusung ke Gubernur DKI," kata Syaikhu kepada Kompas.com, Rabu (28/11/2018).

Terkait pencalonan sebagai wagub DKI, Syaikhu mengatakan dirinya dan Agung memang layak dijadikan cawagub DKI. Sebab, Syaikhu dan Agung sudah melalui penilaian dan uji coba di internal PKS sebelum diusung sebagai cawagub DKI.

"Pak Agung atau saya, semua telah melalui uji coba dan penilaian oleh PKS. Jadi bukan sesuatu yang main-main PKS mengajukan kepada Gerindra, tapi di PKS juga ada mekanismenya. Mudah-mudahan ini menjadi satu jaminan bahwa sosok yang diajukan ini sudah layak menjadi wagub DKI," kata Syaikhu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Syaikhu pun yakin bersama Agung mampu melalui seluruh proses pencalonan wagub DKI ini dengan baik, termasuk saat fit and proper test nantinya.

Baca juga: Wagub DKI Masih Kosong, Mendagri Bilang Seharusnya Partai Pengusung Kompak

"Sejauh ini belum ada fit and proper test yang dilakukan gabungan dua partai, tapi mudah-mudahan semua proses ini bisa dilalui dengan sebaik-baiknya," ujar Syaikhu.

Percaya Diri

Syaikhu mengklaim dirinya lebih dikenal warga DKI Jakarta dibanding Agung Yulianto.

Dia menjelaskan, dengan lebih dikenal dirinya oleh warga DKI, hal itu menunjukkan masyarakat juga sudah banyak yang tahu dengan track record Syaikhu di dunia politik maupun dalam pemerintahan.

"Secara survei dan keterkenalan publik di DKI terhadap saya, mungkin orang lebih mengenal saya karena memang kemarin saya punya momen, yaitu mengikuti Pilkada di Jawa Barat," jelas Syaikhu.

Dia menyatakan siap mendukung program kerja Gubernur DKI Jakarta jika terpilih menjadi wagub DKI.

Baca juga: Bila Jadi Wagub DKI, Agung Ingin Kembangkan Program OK OCE

"Kami siap untuk men-support kinerja dari Pak Gubernur Anies Baswedan dan siap juga untuk melakukan proses sinergitas dengan DPRD DKI," ucap Syaikhu.

Meski begitu, Syaikhu mengatakan dirinya dan Agung memiliki peluang yang sama menjadi wagub DKI. Sebab mereka harus melalui fit and proper test dan mekanisme pemilihan yang sama pula.

"Insya Allah kalau peluang mah ya masing-masing punya kans yang sama lah ya. Ya itu mungkin orang masih mengenal (saya karena ikut Pilgub Jabar) karena belum terlalu lama," ujar Syaikhu.

Baca juga: Sandiaga: Mudah-mudahan Pak Agung Cocok sama Ruangan Wagub DKI

Nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sudah dikirim DPW PKS DKI dan diterima DPD Gerindra DKI untuk mengikuti fit and proper test. Dua kandidat itu ditentukan lewat fit and proper test yang diselenggarakan tim bentukan kedua partai.

Dua kandidat yang lulus fit and proper test kemudian akan dipilih oleh DPRD DKI Jakarta untuk menggantikan posisi Sandiaga yang mundur karena maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Megapolitan
Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Megapolitan
Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.