KILAS METRO

Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Triliunan Rupiah untuk Revitalisasi TIM

Kompas.com - 11/12/2018, 16:51 WIB
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya menyerahkan sertifikat tanah kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-50 TIM, Sabtu (10/11/2018) malam. KOMPAS.com/NURSITA SARIKepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya menyerahkan sertifikat tanah kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-50 TIM, Sabtu (10/11/2018) malam.

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengucurkan anggaran  Rp 501,5 miliar untuk revitalisasi Taman Ismail Marzuki ( TIM).

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov DKI Jakarta, Asiantoro mengatakan bahwa revitalisasi tersebut akan dimulai 2019 mendatang. Rencananya, pembangunan akan dilakukan selama dua tahun.

“Pada tahun pertama (2019) akan dilakukan pembangunan gedung baru beserta fasilitas penunjang dengan alokasi anggaran Rp 501,5 miliar,” ujar Asiantoro di Jakarta seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Selasa (11/12/2018).

Selanjutnya, pada 2020 revitasilasi dilakukan terhadap bangunan yang sudah ada dan penataan ruang terbuka hijau.

“Di tahun itu dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Jadi, total anggaran yang dibutuhkan adalah Rp 1,8 triliun. Pembangunan akan dilakukan oleh PT Jakpro,” jelas Asiantoro.

Arsitek Isandra Martin atau Andra Markin akan berpartisipasi membangun revitalisasi TIM ini. Andra mengatakan kalau desain revitalisasi TIM dirancang agar mengembalikan jiwa TIM saat pertama kali dibangun pada 1968, yakni menjadi bangunan yang inklusif, terbuka, dan guyub.

Revitalisasi akan membuat Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) TIM menjadi taman yang besar sehingga menjadi tempat para seniman praktik, latihan, dan mempertunjukkan seninya di luar ruangan.

“Masyarakat dapat melihat mereka berlatih atau sekadar menikmati ruang terbuka hijau,” ujar arsitek yang membangun Bandara Banyuwangi dengan konsep green airport tersebut.

Revitalisasi akan berlangsung dalam beberapa tahap. Pertama, akan membuat bangunan baru untuk merelokasi semua kegiatan sementara waktu. Kemudian, bangunan lama akan dipugar dan mengubah lahan parkir menjadi taman, serta memindahkan tempat parkir ke bawah (basement) bangunan yang baru.

Bangunan teater Jakarta dan Planetarium tetap dipertahankan karena termasuk bangunan bersejarah dan masih berfungsi. “Interior Planetarium pertahankan. Namun, eksteriornya akan menyesuaikan dengan desain yang baru,” ungkap Andra.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, revitalisasi TIM menjadi bagian untuk membawa Jakarta sebagai pusat seni dan kebudayaan Asia.

“Sudah saatnya Jakarta memiliki pusat kesenian berkelas internasional. Saya ingin Jakarta bisa menjadi tuan rumah bagi perhelatan kesenian dan kebudayaan dunia. Itu artinya kerja besar bagi kita semua yang ada di tempat ini,” jelas Anies.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X