Kompas.com - 18/12/2018, 15:20 WIB
Spesifikasi blanko kartu identitas anak sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2016. KEMENDAGRISpesifikasi blanko kartu identitas anak sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2016.

BEKASI, KOMPAS.com - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Jamus Rasidi mengatakan, pada tahun ajaran 2019 Kartu Identitas Anak (KIA) akan menjadi syarat untuk mendaftar sekolah.

Jamus mengatakan, untuk itu bagi anak di bawah 17 tahun diwajibkan memiliki KIA sebagai syarat untuk mendaftar sekolah.

"Ini sebagian daripada prasyarat untuk daftar sekolah baru. Tergantung kebijakannya, tapi pada prinsipnya yang belum punya KIA jadi langsung didaftarkan saja. Dia harus membuat (KIA) dulu (sebelum daftar sekolah)," kata Jamus saat ditemui Kompas.com di Kantor Disdukcapil Kota Bekasi, Selasa (18/12/2018).

Baca juga: Buat Kartu Identitas Anak di Bekasi Bisa di Kecamatan dan Mal Pelayanan Publik

Jamus menjelaskan, pada tahun 2018 pihaknya menyiapkan 10.000 blangko untuk pembuatan KIA. Namun, untuk anak yang belum memiliki KIA karena kehabisan blangko tak perlu khawatir, karena pada 2019 Pemkot Bekasi telah menyiapkan 200.000 blangko.

"Ya, kalau anak yang belum punya KIA karena habis, jangan khawatir mereka bisa buat mulai 2019 nanti kami sudah siapkan sekitar 200.000 keping sehingga mereka tetap bisa daftar sekolah nantinya," jelas Jamus.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, selain sebagai syarat mendaftar sekolah, KIA juga berguna untuk bukti diri identitas anak ketika membuka tabungan atau menabung di bank.

"KIA juga berlaku untuk proses mendaftar BPJS, KIA mempermudah proses pembuatan dokumen keimigrasian, KIA ini ditujukan sebagai upaya untuk memenuhi hak anak," jelas Rahmat.

Proses pembuatan KIA untuk anak bisa dilakukan di kecamatan wilayah masing-masing atau di dua mal pelayanan publik yang terletak di Pondok Gede dan Pasar Proyek.

KIA paling cepat terbit dalam 1x24 jam usai mendaftar dan menunggu proses pembuatannya.

Baca juga: Sosialisasi Program Kartu Identitas Anak (KIA) Dinilai Kurang

Untuk membuat KIA, warga cukup membawa e-KTP kedua orangtua, akta lahir anak, Kartu Keluarga yang telah tercantum nama anak, dan foto ukuran 2x3 anak atau bisa langsung foto di kecamatan masing-masing wilayah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas Perempuan Minta Penegak Hukum Pahami Faktor Pendorong Terjadinya Pembunuhan Bermotif Perselingkuhan

Komnas Perempuan Minta Penegak Hukum Pahami Faktor Pendorong Terjadinya Pembunuhan Bermotif Perselingkuhan

Megapolitan
Hindari Motor yang Masuk Jalur Khusus, Truk Boks Terguling di Jalan DI Panjaitan

Hindari Motor yang Masuk Jalur Khusus, Truk Boks Terguling di Jalan DI Panjaitan

Megapolitan
Kembali Diadakan, Ini 6 Lokasi 'Car Free Day' di DKI Jakarta

Kembali Diadakan, Ini 6 Lokasi "Car Free Day" di DKI Jakarta

Megapolitan
Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkot Bakal Awasi Hewan Ternak yang Masuk ke Jaksel

Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkot Bakal Awasi Hewan Ternak yang Masuk ke Jaksel

Megapolitan
Besok, Taman Kota 1 Tangsel Kembali Dibuka untuk Umum

Besok, Taman Kota 1 Tangsel Kembali Dibuka untuk Umum

Megapolitan
Seorang WNA Diduga Pelaku Skimming ATM Ditangkap di Depok

Seorang WNA Diduga Pelaku Skimming ATM Ditangkap di Depok

Megapolitan
Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Pulogadung Kembali Digelar Setelah 2 Tahun

Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Pulogadung Kembali Digelar Setelah 2 Tahun

Megapolitan
Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Mayoritas Jemaah Masih Mengenakan Masker

Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Mayoritas Jemaah Masih Mengenakan Masker

Megapolitan
Rumah yang Digeledah Kejati DKI di Depok Milik Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Jakarta

Rumah yang Digeledah Kejati DKI di Depok Milik Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Jakarta

Megapolitan
Shalat Jumat di Masjid Al-Azhom, Jemaah Lebih Nyaman Bawa Alat Ibadah Sendiri

Shalat Jumat di Masjid Al-Azhom, Jemaah Lebih Nyaman Bawa Alat Ibadah Sendiri

Megapolitan
'Car Free Day' di Jakarta Diadakan Kembali Mulai Minggu Ini

"Car Free Day" di Jakarta Diadakan Kembali Mulai Minggu Ini

Megapolitan
Sebuah Rumah di Perumahan Pesona Khayangan Depok Digeledah Penyidik Kejati DKI Jakarta

Sebuah Rumah di Perumahan Pesona Khayangan Depok Digeledah Penyidik Kejati DKI Jakarta

Megapolitan
Dosen IIQ Jakarta Raih Juara 1 Kompetisi Hafalan Al Quran 30 Juz Tingkat Internasional

Dosen IIQ Jakarta Raih Juara 1 Kompetisi Hafalan Al Quran 30 Juz Tingkat Internasional

Megapolitan
Jemaah Diimbau Pakai Masker Saat Shalat Jumat di Masjid Al-Azhom Tangerang

Jemaah Diimbau Pakai Masker Saat Shalat Jumat di Masjid Al-Azhom Tangerang

Megapolitan
Sekelompok Orang Bakal Demo di Kedubes Singapura Buntut Penolakan terhadap UAS

Sekelompok Orang Bakal Demo di Kedubes Singapura Buntut Penolakan terhadap UAS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.