Petugas Pernah Temukan Rp 85 Juta Tertinggal di KRL

Kompas.com - 12/01/2019, 14:51 WIB
Keramaian penumpang KRL commuter line di peron Stasiun Duri, Jakarta Barat, Kamis (17/8/2017). Perjalanan gratis ini diberlakukan dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Keramaian penumpang KRL commuter line di peron Stasiun Duri, Jakarta Barat, Kamis (17/8/2017). Perjalanan gratis ini diberlakukan dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa mengatakan, sejumlah barang milik penumpang kereta rel listrik ( KRL) sering ditemukan tertinggal di dalam rangkaian kereta.

Beberapa barang yang sering tertinggal, yaitu pakaian dan makanan. Petugas juga pernah menemukan barang elektronik seperti laptop, bahkan uang.

Uang yang tertinggal terbilang tidak sedikit, mencapai Rp 85 juta.

"Ada dulu ketinggalan uang Rp 85 juta di (KRL) Bekasi, dua hari kemudian baru diambil," ujar Eva saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (13/1/2019).

Baca juga: Uang Rp 40 Juta Tertinggal di Gerbong KRL Tanah Abang-Serpong

Eva mengatakan, jika mendapati barang tertinggal tanpa pemilik, petugas akan menyimpan dan memasukannya dalam sistem lost and found.

Melalui sistem ini, penumpang tak perlu khawatir barangnya akan hilang karena akan tersimpan dengan aman. Jika ingin mendapatiannya kembali, penumpang hanya perlu menyampaikan ciri-ciri barang yang tertinggal, waktu kejadian, serta tujuan rangkaian kereta yang digunakan saat itu. Setelah petugas mencocokan keterangan penumpang, maka barang tersebut akan dikembalikan.

Eva mengatakan, ada tenggat waktu penyimpanan barang yang tertinggal.

Petugas akan menyimpan barang berbentuk makanan selama tiga hari. Jika tidak ada yang melaporkan kehilangan, makanan tersebut akan dibuang.

Sedangkan untuk barang lain seperti pakaian, laptop, dan uang, diberikan tenggat waktu selama tiga bulan. Jika tak ada yang melapor, maka barang-barang tersebut akan disumbangkan ke panti asuhan atau ke instansi lain yang membutuhkan.

"Tapi kalau uang belum pernah ada ya (disumbangkan), selalu ada laporan. Kan enggak mungkin semuanya kita terus simpan," ujar Eva.

Diberitakan sebelumnya, petugas KRL menemukan sebuah tas berisi uang Rp 40 juta yang tertinggal di dalam rangkaian gerbong KRL relasi Stasiun Tanah Abang- Serpong, Jumat (12/1/2019).

Tas berisi uang itu ternyata milik penumpang KRL yang turun di Stasiun Rawa Buntu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anies Pastikan Tak Ada Sekolah Favorit di Tiap Zonasi di Jakarta

Anies Pastikan Tak Ada Sekolah Favorit di Tiap Zonasi di Jakarta

Megapolitan
Protes Anies soal Reklamasi, Massa Bentangkan Spanduk 'Maju Pantainya, Sengsara Warganya'

Protes Anies soal Reklamasi, Massa Bentangkan Spanduk "Maju Pantainya, Sengsara Warganya"

Megapolitan
Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Megapolitan
Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Megapolitan
Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Megapolitan
Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Megapolitan
Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Megapolitan
Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Megapolitan
Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Megapolitan
Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Megapolitan
Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Megapolitan
Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Megapolitan
Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Megapolitan
Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Megapolitan
Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Megapolitan

Close Ads X