Kurangi Sampah, TPA Cipayung Akan Gunakan Metode "Landfill Mining" Tahun 2020

Kompas.com - 06/02/2019, 12:35 WIB
Sampah di TPA Cipayung,  Depok,  Jumat (28/12/2018). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVASampah di TPA Cipayung, Depok, Jumat (28/12/2018).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com- Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Depok akan melakukan revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung pada tahun 2020.

Hal itu dilakukan agar TPA Cipayung kedepannya menjadi TPA zero waste dengan pengolahan sampah menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) TPA Cipayung Ardan mengatakan, pelaksaan revitalisasi TPA Cipayung dengan mengolah sampah eksisting dengan metode landfil mining.

“Ini juga dilakukan untuk mengurangi sampah di TPA Cipayung yang sudah overlaoad,” ucap Ardan saat dihubungi, Rabu (6/2/2019).

Landfill mining atau penambangan sampah bertujuan untuk mengurangi sampah yang sudah tertimbun.

Baca juga: Sudah Ada Tong, Pengunjung CFD Bundaran HI Masih Buang Sampah Sembarangan

Landfill mining dapat mereduksi sampah yang sudah ditimbun, memulihkan atau recovery material agar dapat dimanfaatkan kembali, hingga memperoleh lahan baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ardan mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam proses pengkajian untuk menerapkan teknologi tersebut.

“Kami masih dalam proses pengkajian dengan pihak-pihak yang berkaitan. Kita masih kaji dan melihat bagaimana dampak sosialnya, ekonomi dan lain-lain apabila diterapkannya landfill mining ini,” ujar Ardan.

Ia menambahkan, pihaknya pun akan menggandeng sejumlah perusahaan swasta membantu merevitalasisasi TPA Cipayung.

Baca juga: Masalah Gunung Sampah TPA Cipayung, Pemkot Depok Tunggu Keputusan Ridwan Kamil

“Ia pasti banyak perusahan swasta yang akan kita gandeng, sekarang lagi kajian kita akan kerjasama seperti apa dan bagaimana nanti pelaksanaannya,” tutur Ardan.

Kondisi TPA Cipayung Depok yang melebihi kapasitas atau kelebihan sampah dinilai semakin membahayakan warga.

Saat ini tinggi tumpukan sampah di TPA Cipayung mencapai 20-30 meter dan dikhawatirkan longsor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Megapolitan
Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Megapolitan
Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Megapolitan
Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Megapolitan
Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Megapolitan
Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Megapolitan
Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Megapolitan
Periode Liburan Sekolah di Kota Tangerang Digeser, 17-31 Desember Wajib Belajar

Periode Liburan Sekolah di Kota Tangerang Digeser, 17-31 Desember Wajib Belajar

Megapolitan
Begini Rencana Proyek Sumur Resapan di Jakarta pada 2022, jika Dana Tak Dihapus DPRD

Begini Rencana Proyek Sumur Resapan di Jakarta pada 2022, jika Dana Tak Dihapus DPRD

Megapolitan
Bendera Ormas Tak Berizin di Jakarta Barat Akan Ditertibkan

Bendera Ormas Tak Berizin di Jakarta Barat Akan Ditertibkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.