Masalah Gunung Sampah TPA Cipayung, Pemkot Depok Tunggu Keputusan Ridwan Kamil

Kompas.com - 10/01/2019, 17:05 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris, di Hotel Bumiwiyata, Depok, Rabu (9/1/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Depok, Mohammad Idris, di Hotel Bumiwiyata, Depok, Rabu (9/1/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok masih menunggu persetujuan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait permintaan pemindahan pembuangan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung ke Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPAAS) Regional Lulut Nambo, Bogor tahun ini.

Pemkot Depok sudah melayangkan dua surat permohonan izin.

Surat pertama dikirim April 2018, sedangkan yang terakhir disampaikan pada pertengahan Desember 2018. Namun, Ridwan Kamil atau Emil tak kunjung memberikan jawaban.

“Pak Gubernur telah menandatangani kontrak kerja sama terkait pembuangan sampah 200-300 ton Depok ke Lulut Nambo, namun hingga kini memang belum ada persetujuan oleh Pak Gubernur sendiri,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Warga Sekitar TPA Cipayung Tak Dapat Kompensasi Bau, Ini Kata Pemkot Depok

Idris mengakui, ada keraguan dari Emil untuk menyetujui hal tersebut, karena kontrak kerja sama yang diatur di Peraturan Daerah (Perda) menyebutkan, pengelolaan sampah yang dipindahkan ke Lulut Nambo harus menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Namun, hingga kini pengadaan teknologi tersebut tak kunjung selesai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

RDF merupakan teknologi tradisional yang digunakan untuk pembakaran limbah sampah.

Fungsi teknologi tersebut untuk memulihkan kondisi limbah yang normal atau tidak padat pada daerah perkotaan agar dapat diolah kembali secara berulang.

Idris mengatakan, Emil khawatir apabila sampah di TPA Cipayung dipindahkan ke Lulut Nambo tahun ini, sementara teknologi RDF belum selesai dibuat.

“Jadi bisa saja sampah tersebut dikirim ke Lulut Nambo, namun kan di Perdanya ada kata RDF-nya. Nah ketika buang di Lulut Nambo, RDF-nya belum selesai nanti jadi masalah enggak, ini yang menjadi keraguan Pak Gubernur sekarang,” ucap Idris.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Megapolitan
Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Megapolitan
Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Megapolitan
Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Megapolitan
RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.