Tingkatkan Kepatuhan Berkendara, DKI Gelar Operasi Setahun Penuh

Kompas.com - 11/02/2019, 11:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin apel gelar pasukan operasi lintas jaya 2019 di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin apel gelar pasukan operasi lintas jaya 2019 di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat polisi dan TNI menggelar apel gelar pasukan Operasi Lintas Jaya 2019 di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019). Operasi Lintas Jaya ini akan digelar setahun penuh.

Baca juga: Target Polri, 2035 Tidak Ada Kecelakaan Lalu Lintas

Melalui Operasi Lintas Jaya ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga selalu patuh berlalu lintas, salah satunya dengan memperhatikan ambang batas kecepatan kendaraan.

"Kendaraan bermotor adalah alat untuk memindahkan badan dari satu tempat ke tempat lainnya. Tapi bila kecepatannya ditinggikan, dia akan bisa menjadi alat pemindah nyawa dari alam dunia ke alam yang lainnya," ujar Anies.


Anies juga mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Para pengendara, kata Anies, harus selalu mengutamakan keselamatan di jalan.

"Risiko kecelakaan di jalan sangat tinggi akibat ketidakpatuhan, dari mulai ketidakpatuhan pada ambang batas kecepatan sampai ketidakpatuhan pada rambu-rambu lalu lintas," kata dia.

Selain itu, Anies juga berpesan kepada aparat yang melakukan Operasi Lintas Jaya untuk menindak pelanggaran lalu lintas dengan tegas, namun tetap manusiawi.

Baca juga: Aturan Baru, Pelanggar Lalu Lintas Dilarang Kredit Kendaraan

"Saya sampaikan kepada semua petugas untuk menjalankan Operasi Lintas Jaya ini dengan tegas, disiplin, beradab, manusiawi, persuasif, karena ini menyangkut bukan saja ketertiban, tapi juga perilaku," ucap Anies.

Operasi Lintas Jaya 2019 melibatkan sekitar 700 personel gabungan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, polisi, dan TNI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

Megapolitan
Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

Megapolitan
3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

Megapolitan
Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

Megapolitan
BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

Megapolitan
Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

Megapolitan
SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X