Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Dokter yang Visum Pegawai KPK

Kompas.com - 11/02/2019, 16:31 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono memberikan keterangan kepada wartawan mengenai penangkapan Yanto Sari atas penyalahgunaan narkoba, Rabu (6/1/2019) di Polda Metro JayaKOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono memberikan keterangan kepada wartawan mengenai penangkapan Yanto Sari atas penyalahgunaan narkoba, Rabu (6/1/2019) di Polda Metro Jaya

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim penyidik Ditreskrimun Polda Metro Jaya akan memanggil dokter yang melakukan visum terhadap dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang diduga dianiaya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

"Ada schedule untuk memeriksa dokter yang akan dilakukan hari ini, tapi yang bersangkutan minta reschedule. Rencananya dilakukan besok Selasa (12/2/2019). Akan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (11/2/2019).

Namun, Argo enggan menyebut identitas dokter dan nama rumah sakit tempat dokter itu bekerja. "Kita lihat besok saja, ya," kata Argo.

Baca juga: Pihak Pemprov Papua Bantah Adanya Kekerasan Fisik terhadap Pegawai KPK

Selain itu, tim penyidik telah memeriksa 10 saksi terkait kasus dugaan penganiayaan dua pegawai KPK itu.

Sebelumnya, tim penyidik berencana memanggil tiga saksi dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua selama sepekan, di antaranya Sekretaris Pribadi Gubernur Papua, Elpius Hugy, Sekretaris Komisi I DPRD Papua, dan Sekda Pemprov Papua.

Kendati demikian, Elpius tidak dapat memenuhi panggilan tim penyidik pada Senin lantaran sedang mendampingi Gubernur Papua.

Adapun KPK dan Pemprov Papua terlibat saling lapor ke Polda Metro Jaya terkait insiden dugaan penganiayaan yang terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2019) dini hari, itu.

Baca juga: Pemprov Papua Minta 20 Saksi Dugaan Penganiayaan Pegawai KPK Diperiksa di Jayapura

Pada Minggu, KPK melaporkan Pemprov Papua ke Polda Metro Jaya atas dugaan penganiayaan terhadap dua pegawainya yang sedang bertugas.

Sehari setelahnya, Pemprov Papua juga melaporkan balik penyelidik KPK atas dugaan pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik.


Terkini Lainnya


Close Ads X