Legenda Sepak Bola Akan Dihadirkan Saat Groundbreaking Stadion BMW

Kompas.com - 22/02/2019, 18:52 WIB
Denah Stadion BMW yang akan dibangun Pemprov DKIKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Denah Stadion BMW yang akan dibangun Pemprov DKI

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melalukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Stadion BMW di Jakarta Utara pada pertengahan Maret 2019. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara Suroto mengatakan, acara groundbreaking itu rencananya dihadiri sejumlah legenda sepak bola.

"Direncanakan akan dihadirkan legenda-legenda pemain bola nasional dan legenda-legenda Persija akan dihadirkan sebagai simbol memulai membangun stadion skala internasional," kata Suroto di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat (22/2/2019).

Ia melanjutkan, Pemkot Jakarta Utara akan berkoordinasi dengan PT Jakarta Propertindo selaku pelaksana proyek itu.

Menurut Suroto, Pemkot Jakarta Utara akan membersihkan lahan stadion yang saat ini masih digunakan sebagai lahan penampungan barang-barang milik sejumlah Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD).

Baca juga: Lima Rencana Pembangunan Stadion BMW, Rumah Masa Depan bagi Persija

"Segera dibersihkan, bahkan saya minta disterilkan, dibersihkan, termasuk sebagian teman-teman yang buang lumpur ke sana sudah stop, berhenti dari dua UKPD," kata Suroto.

Selain akan menjadi rumah bagi klub Persija, stadion itu juga bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti konser.

Peletakan batu pertama pembangunan rencananya akan dimulai pada Maret 2019. Stadion ditargetkan bisa digunakan tahun 2021.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X