Polisi Periksa 5 Awak Kapal Terbakar di Kepulauan Seribu

Kompas.com - 13/03/2019, 16:13 WIB
Petugas berupaya memadamkan api yang membakar kapal KM Riki Bahagia Baru di perairan Kepulauan Seribu, Selasa (12/3/2019). Dokumentasi/ Kantor SAR JakartaPetugas berupaya memadamkan api yang membakar kapal KM Riki Bahagia Baru di perairan Kepulauan Seribu, Selasa (12/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam menyelidiki peristiwa terbakarnya kapal KM Bahagia Baru Kepulauan Seribu pada Senin (11/3/2019) lalu.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya AKBP Edi Guritno menyatakan, saksi-saksi yang telah diperiksa berjumlah lima orang yang merupakan awak kapal tersebut.

"Pagi ini baru kita mintai keterangan sebagai saksi. Saksi baru lima orang, awak kapal semua, nakhodanya baru nanti sore kita mintai keterangan," kata Edi saat dihubungi wartawan, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: 3 Orang Tewas Dalam Kebakaran Kapal Nelayan di Kepulauan Seribu

Edi menuturkan, pemeriksaan tersebut belum mengarah pada dugaan penyebab kebakaran karena kondisi kesehatan kelima saksi belum sepenuhnya stabil pascaperistiwa tersebut.

Polisi belum bisa melakukan olah tempat kejadian perkara karena letak kapal yang terbakar masih belum diketahui.

"Kita kan masih mencari kapalnya. Kapalnya kalau sudah ketemu mau kita tarik ke Jakarta nanti pak," ujar Edi.

Kapal KM Bahagia Baru (sebelumnya diberitakan KM Riki Baru) terbakar di perairan Kepulauan Seribu pada Senin malam. Empat belas awak ditemukan selamat, tiga awak tewas, dan satu awak lainnya hilang.

Edi menyebut, sebelas dari empat belas awak yang ditemukan selamat telah meninggalkan rumah sakit sementara tiga awak lainnya masih dirawat. Adapun pencarian terhadap satu awak yang hilang masih berlanjut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ombudsman Temukan Dugaan Maladministrasi Polisi dalam Penanganan Pascademo di Jakarta

Ombudsman Temukan Dugaan Maladministrasi Polisi dalam Penanganan Pascademo di Jakarta

Megapolitan
Polres Jaksel Akan Bentuk Satgas Khusus Tangani Kasus Begal Sepeda

Polres Jaksel Akan Bentuk Satgas Khusus Tangani Kasus Begal Sepeda

Megapolitan
Polisi Usut Kasus Ribut Satpam dan Pengontrak Rumah yang Jual Mobil di Green Lake Cipondoh

Polisi Usut Kasus Ribut Satpam dan Pengontrak Rumah yang Jual Mobil di Green Lake Cipondoh

Megapolitan
Anak Kecil Jadi Korban Penjambretan di Kebayoran Lama, Polisi Wanti-wanti Orangtua

Anak Kecil Jadi Korban Penjambretan di Kebayoran Lama, Polisi Wanti-wanti Orangtua

Megapolitan
Penjambret Ponsel Anak Kecil di Kebayoran Lama Terekam CCTV, Polisi Kejar Pelaku

Penjambret Ponsel Anak Kecil di Kebayoran Lama Terekam CCTV, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Viral, Anak Kecil Main Ponsel Disambar Penjambret di Kebayoran Lama

Viral, Anak Kecil Main Ponsel Disambar Penjambret di Kebayoran Lama

Megapolitan
Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 Kota Bekasi Masih Tersisa 392 Unit

Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 Kota Bekasi Masih Tersisa 392 Unit

Megapolitan
Hingga 21 Oktober, 28 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Patriot Bekasi, 21 OTG Isolasi di Hotel

Hingga 21 Oktober, 28 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Patriot Bekasi, 21 OTG Isolasi di Hotel

Megapolitan
Imbas Hujan Deras, Turap di Perumahan Kawasan Ciracas Longsor

Imbas Hujan Deras, Turap di Perumahan Kawasan Ciracas Longsor

Megapolitan
Akibat Pandemi Covid-19, Himpunan Pengusaha Perkirakan UMP Jakarta 2021 Tidak Naik

Akibat Pandemi Covid-19, Himpunan Pengusaha Perkirakan UMP Jakarta 2021 Tidak Naik

Megapolitan
Kelanjutan Status PSBB Tangerang Selatan Tunggu Keputusan Gubernur

Kelanjutan Status PSBB Tangerang Selatan Tunggu Keputusan Gubernur

Megapolitan
Jumlah Penonton Bioskop Hanya Boleh 25 Persen, Asosiasi: Kami Merugi

Jumlah Penonton Bioskop Hanya Boleh 25 Persen, Asosiasi: Kami Merugi

Megapolitan
Ini Alasan Pemprov dan DPRD DKI Bahas APBD Perubahan di Puncak Bogor

Ini Alasan Pemprov dan DPRD DKI Bahas APBD Perubahan di Puncak Bogor

Megapolitan
Bioskop CGV di Jakarta Mulai Buka Hari Ini, Protokol Kesehatan Dipastikan Siap

Bioskop CGV di Jakarta Mulai Buka Hari Ini, Protokol Kesehatan Dipastikan Siap

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Bertambah 23, Kini Kasus Positif Covid-19 Capai 3.804 di Kabupaten Bekasi

UPDATE 20 Oktober: Bertambah 23, Kini Kasus Positif Covid-19 Capai 3.804 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X