Terminal 2F Soekarno-Hatta Dipersiapkan Jadi Terminal Berbiaya Murah

Kompas.com - 21/03/2019, 21:57 WIB
Suasana Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (6/12/2015). Sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, pendingin ruangan sepanjang Terminal 2 ini mati sehingga penumpang dan petugas kepanasan di dalam terminal. 


Andri Donnal PuteraSuasana Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (6/12/2015). Sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, pendingin ruangan sepanjang Terminal 2 ini mati sehingga penumpang dan petugas kepanasan di dalam terminal.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) mempersiapkan Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta menjadi terminal berbiaya murah atau low cost carrier terminal (LCCT). 

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Kamis (21/3/2019), menyebutkan program itu didukung oleh Kementrian BUMN, Kementrian Perhubungan, dan Kementrian Pariwisata.

"Hari ini sudah dilakukan pembahasan dengan Kementrian Pariwisata bahwa kami akan mengoprasikan Terminal 2F sebagai LCCT pada 1 Mei mendatang," kata Awaluddin.

Ia menambahkan, pengoperasian Terminal 2F sebagai LCCT dilakukan agar ada keragaman segmentasi di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Daftar 20 Bandara Tersibuk di Dunia, Soekarno-Hatta Salah Satunya

"Nantinya akan dibangun terminal khusus umrah, jadi perlu ada segmentasi antar terminal," lanjut Awaluddin.

Menurut Awaluddin, nanti akan ada 10 maskapai penerbangan yang beroperasi di terminal LCCT. Selain itu tarif maskapai juga tidak flat tetapi dinamis.

"Akan ada diferensiasi tarif, artinya dapat dinamis. Contohnya maskapai yang landing atau take off malam hari akan berbeda (tarifnya) dengan yang landing atau take off pagi hari," ujar dia.

Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno Hatta Febri Toga menjelaskan, saat ini pihaknya sedang dalam proses mengerjakan flow keberangkatan domestik dan internasional.

"(Pengerjaan) meliputi konter imigrasi, flow kedatangan, ruang karantina ikan, ruang aviation security, ruang custom, ruang karantina hewan dan tumbuhan, perkantoran ground handling, K9 custom, dan pemasangan karpet pada terminal tersebut," ujar Febri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPTJ Sarankan Skuter Listrik Gunakan Trotoar, Pemprov DKI Usulkan Jalur Sepeda

BPTJ Sarankan Skuter Listrik Gunakan Trotoar, Pemprov DKI Usulkan Jalur Sepeda

Megapolitan
Rapat UMK Bekasi 2020 Alot, Serikat Buruh Ancam Blokade Jalan Ahmad Yani Bekasi

Rapat UMK Bekasi 2020 Alot, Serikat Buruh Ancam Blokade Jalan Ahmad Yani Bekasi

Megapolitan
Keluarga Pengguna Skuter Listrik yang Tewas Ditabrak Mobil Dapat Santunan Rp 50 Juta

Keluarga Pengguna Skuter Listrik yang Tewas Ditabrak Mobil Dapat Santunan Rp 50 Juta

Megapolitan
Ini Alasan Buruh Kota Bekasi Dorong UMK 2020 Jadi Rp 4,9 Juta

Ini Alasan Buruh Kota Bekasi Dorong UMK 2020 Jadi Rp 4,9 Juta

Megapolitan
Minta UMK Bekasi 2020 Rp 4,9 Juta, Serikat Buruh Klaim Sudah Lakukan Survei

Minta UMK Bekasi 2020 Rp 4,9 Juta, Serikat Buruh Klaim Sudah Lakukan Survei

Megapolitan
Buruh Kota Bekasi Ingin UMK Sebesar Rp 4,9 Juta

Buruh Kota Bekasi Ingin UMK Sebesar Rp 4,9 Juta

Megapolitan
Polisi Kaji Ruas Jalan yang Dapat Dilintasi Skuter Listrik GrabWheels

Polisi Kaji Ruas Jalan yang Dapat Dilintasi Skuter Listrik GrabWheels

Megapolitan
Pulang Kampung demi Pilih Kepala Desa, Warsidin Kembali ke Jakarta Tinggal Nama

Pulang Kampung demi Pilih Kepala Desa, Warsidin Kembali ke Jakarta Tinggal Nama

Megapolitan
Ratusan Buruh Kawal Rapat Pembahasan UMK Bekasi 2020

Ratusan Buruh Kawal Rapat Pembahasan UMK Bekasi 2020

Megapolitan
Penabrak Pengguna GrabWheels Tidak Ditahan Bukan karena Anak Orang Penting

Penabrak Pengguna GrabWheels Tidak Ditahan Bukan karena Anak Orang Penting

Megapolitan
BPTJ: Penggunaan Transportasi Umum Baru 30 Persen di Jabodetabek

BPTJ: Penggunaan Transportasi Umum Baru 30 Persen di Jabodetabek

Megapolitan
Awal Mula Toko Minyak Wangi Menjamur di Kawasan Condet

Awal Mula Toko Minyak Wangi Menjamur di Kawasan Condet

Megapolitan
Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok adalah Guru

Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok adalah Guru

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Megapolitan
YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X