Cerita Sutiyoso soal Mimpinya 15 Tahun Lalu Ingin Bangun MRT Jakarta

Kompas.com - 24/03/2019, 18:02 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menghadiri peresmian Moda Raya Terpadu (MRT), Minggu (24/3/2019).Kompas.com / Tatang Guritno Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menghadiri peresmian Moda Raya Terpadu (MRT), Minggu (24/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menceritakan kisahnya 15 tahun lalu saat mulai merealisasikan proyek moda raya terpadu ( MRT).

Cerita tersebut diceritakannya pada saat menghadiri peresmian MRT, Minggu (24/3/2019) pagi tadi.

"Pada tahun 2003 saya sudah berpikir bagaimana atasi macet saat itu. Sebab dalam survei yang dilakukan pakar transportasi, saat itu hanya 20 persen kendaraan umum di Jakarta. Sisanya sebesar 80 persen merupakan kendaraan pribadi," jelas Sutiyoso.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Gubernur Anies Bangun MRT Jakarta Fase 3 Tahun Ini


Ia memaparkan, persentase tersebut belum termasuk kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta dari kota-kota sekitar.

"Dari Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi sebesar 600.000 kendaraan masuk di Jakarta. Itu 15 tahun lalu. Kalau sekarang mungkin sudah jutaan. Ketika ditanya kenapa pakai kendaraan pribadi, dijawabnya karena tidak ada kendaraan lain yang layak selain punya sendiri," papar tokoh yang kerap disapa Bang Yos itu.

Maka saat itu Sutiyoso mengambil langkah untuk studi banding ke beberapa kota di luar negeri, salah satunya adalah Bogota, Ibu Kota Kolombia.

Baca juga: MRT Fase 2 Bundaran HI-Kota Ditargetkan Rampung 2024

"Saya belajar dari sana, dan bahkan datangkan pakar asal Bugota untuk bekerja bersama pakar transportasi kita. Mengapa Bogota? Karena negara ini persis seperti Jakarta semrawutnya. Tapi mereka bisa selesaikan masalah itu dengan membuat kendaraan umum yang representatif," kata Sutiyoso.

Kendaraan umum representatif menurut Sutiyoso adalah kendaraan pengangkut massal yang aman, nyaman, tepat waktu dan terjangkau.

Maka saat itu, lanjut Sutiyoso, ia membuat 4 perencanaan kendaraan umum representatif.

Baca juga: Catat, Ini Waktu Operasional Resmi MRT Jakarta Mulai Senin 25 Maret

"Bawah tanah adalah MRT, di atasnya ada busway, di atas busway ada monorel, lalu sebagai alternatif adalah water way, jadi memanfaatkan kali di Jakarta untuk lewat transportasi, tapi itu alternatif saja," ungkapnya.

Sutiyoso juga memberi alasan tentang lamanya proses pembangunan MRT.

"Memang tidak bisa cepat, karena ada risetnya lama. Harus mencari tahu apakah tipe tanah di Jakarta cocok untuk dibangun MRT, lalu mencari investor, sebab ini proyek dengan nilai investasi besar," terangnya.

Baca juga: Banyak Warga Tak Bisa Naik MRT, Stasiun Bundaran HI Padat

Momen diresmikannya MRT menurut Sutiyoso spesial untuknya. Ia pun mengucapkan terima kasih pada Gubernur DKI penerusnya mulai dari Fauzi Bowo, Jokowi, Basuki Tjahaja, Djarot Saiful dan Anies Baswedan.

"Terima kasih kepada beliau-beliau, karena sudah merealisasikan mimpi saya," pungkasnya.

Sebagai informasi, masyarakat yang hendak melakukan uji publik MRT Fase 1 Lebak Bulus-HI bisa melakukan registrasi online melalui website ayocobamrtj.com.

Baca juga: MRT Jakarta Incar Pendapatan Rp 180 Miliar dari Penjualan Tiket

MRT baru akan berfungsi secara komersil pada 1 April mendatang. Sebelum tanggal tersebut masyarakat bisa menggunakannya dengan gratis.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tarif MRT akan dipatok Rp1.000 per kilometer.

Meski begitu rapat penentuan tarif MRT baru akan dilakukan Pemprov DKI besok, Senin (25/3/2019).

Kompas TV Hari ini (23/3) adalah hari terakhir masa uji coba moda transportasi baru di Jakarta, Moda Raya Terpadu (MRT). Hari ini, masyarakat masih dapat menjajal MRT secara gratis, bahkan tidak perlu mendaftar online. Jika sebelumnya pihak MRT mewajibkan untuk mendaftar secara online terlebih dahulu, khusus kemarin dan hari ini, masyarakat dapat langsung datang dan mendaftar secara offline di stasiun pilihan. #MRTJakarta #MRT

 



Terkini Lainnya

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Megapolitan
Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Megapolitan
Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Megapolitan
Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Megapolitan
Anggota Brimob yang Viral Saat 'Video Call' Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Anggota Brimob yang Viral Saat "Video Call" Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Megapolitan
Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Megapolitan
Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Megapolitan
Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Megapolitan
Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Megapolitan
Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Megapolitan
Foto 'Video Call' Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Foto "Video Call" Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Megapolitan
Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Megapolitan
Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Megapolitan
Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Megapolitan
Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Megapolitan

Close Ads X