Sandiaga Bilang Akan Shalat Gaib Terkait Gugurnya Petugas KPPS

Kompas.com - 23/04/2019, 18:44 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat mengunjungi Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (23/4/2019). Sandiaga Uno mengunjungi kantor kecamatan untuk melihat proses rekapitulasi suara pasca pemilu 17 April pekan lalu. KOMPAS.com/ TATANG GURITNOCalon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat mengunjungi Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (23/4/2019). Sandiaga Uno mengunjungi kantor kecamatan untuk melihat proses rekapitulasi suara pasca pemilu 17 April pekan lalu.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengatakan, pihaknya akan melakukan shalat gaib untuk menghormati 90 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dalam menjalankan tugas pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Kita akan menuju Masjid At Taqwa (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan) di sana kiai-kiai dari Jawa Timur sudah berkumpul. Kita akan shalat gaib bersama karena ini pahlawan-pahlawan demokrasi kita, kita harus berikan satu penghargaan terbaik untuk mereka," ujar Sandi saat berkunjung ke Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (23/4/2019).

Sandi mendatangi Kantor Kecamatan Penjaringan untuk mengecek rekapitulasi suara.

Namun, Sandi enggan menyampaikan kritik kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang jalannya pemilu serentak tahun ini yang memakan korban 90 petugas KPPS itu.

Baca juga: Sandiaga: Ibu-ibu, The Power of Emak-emak Juga Pejuang Demokrasi

Ketimbang memberikan kritik, Sandi menyebutkan dia dan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, fokus mengawal rekapitulasi C1.

"Kita jangan terlalu banyak mengkritik (KPU) mestinya ini mestinya itu. Tahan dulu komentarnya, kita sabar dulu. Kita pastikan proses ini berlangsung dari kecamatan dan tentunya kota dan provinsi. Jangan sampai proses ini terciderai," ujar Sandi.

Sandiaga Uno juga mengunjungi salah satu relawan sekaligus saksi Partai Gerindra di kecamatan Penjaringan bernama Fatmawati yang mengalami cidera pergelangan kaki terkilir di Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara hari ini.

Fatmawati mengalami cedera setelah kurang tidur karena menjalankan tugas sebagai saksi dalam Pemilu serentak 17 April 2019.

"Ini adalah hal kecil yang bisa saya lakukan untuk memberikan perhatian lebih pada para relawan dan juga kepastian bahwa kita tidak meninggalkan mereka. Semangat perjuangan belum selesai, kerja kita belum selesai," ujar dia.

Baca juga: Ketua TPS Meninggal, Keluarga Minta Pilpres dan Pileg Dipisah

Di lain pihak, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, pemerintah akan memberikan santunan pada 90 petugas KPPS yang meninggal dunia.

Menurut Sri Mulyani, santunan akan diberikan menggunakan standar biaya yang tidak biasa. Namun, Sri Mulyani belum membeberkan berapa berapa jumlah santunan yang akan diberikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Palsukan Buku KIR, Ayah dan Anak Ini Rugikan Negara Rp 10 Miliar

Palsukan Buku KIR, Ayah dan Anak Ini Rugikan Negara Rp 10 Miliar

Megapolitan
[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Megapolitan
Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Megapolitan
Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Megapolitan
Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Megapolitan
Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Megapolitan
Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Megapolitan
Proses Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid Kian Menjelimet

Proses Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid Kian Menjelimet

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lowongan 3.958 CPNS, dari Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan

Pemprov DKI Buka Lowongan 3.958 CPNS, dari Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan

Megapolitan
Klaim Rizieq Shihab dapat Surat Cekal yang Dibantah Pemerintah Indonesia

Klaim Rizieq Shihab dapat Surat Cekal yang Dibantah Pemerintah Indonesia

Megapolitan
Polisi Sita Senjata Api dari Sopir yang Diamuk Massa di Poltangan karena Tabrak Lari

Polisi Sita Senjata Api dari Sopir yang Diamuk Massa di Poltangan karena Tabrak Lari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X