Omzet Pedagang Tanah Abang Meroket Usai Aksi 22 Mei

Kompas.com - 26/05/2019, 16:31 WIB
Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAPasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas sekitar Tanah Abang terpantau sudah kembali normal pasca kerusuhan aksi 22 Mei. Masyarakat sudah terlihat memadati kios-kios untuk berbelanja pada Minggu (26/05/2019).

Pedagang mengaku sudah diserbu oleh para pembeli sejak pukul 07.00 pagi. Salah satunya, Fina yang mempunyai kios pakaian muslim khususnya gamis.

"Ramai sejak tadi buka, langsung pada belanja baju gamis," katanya saat ditemui Kompas.com di kiosnya di Blok B, Tanah Abang, Jakarta Minggu (26/05/2019.

Fina juga mengatakan kalau pada hari biasa dia mendapatkan keuntungan Rp 5 juta, pasca kerusuhan keuntungan dia bisa dua kali lipat.


Baca juga: Pasar Tanah Abang Tutup, Kerugian Lebih dari Rp 200 Miliar

"Hari ini sudah mulai ramai, kemarin kan tutup, mungkin karena sudah (keluar) THR, hari ini nanti sampai takbiran bisa 10 juta-an perhari," ujarnya.

Begitu pula dengan Putra yang menjual pakaian biasa. Dia juga mengaku mendapatkan keuntungan tiga kali lipat.

"Kalau nominal saya enggak bisa kasih tahu pasnya, tapi 3 kali lipat ada," kata Putra.

Kawasan Tanah Abang sempat menjadi salah satu daerah yang terkena dampak saat kerusuhan 22 Mei. Pusat grosir perbelanjaan ini memilih tutup penuh pada hari kejadian, dan di hari berikutnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Megapolitan
Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Megapolitan
Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Megapolitan
Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Megapolitan
Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X