Kasus Dugaan Pembunuhan di Tangerang, Polisi Amankan 2 Pisau

Kompas.com - 03/06/2019, 09:22 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang ditemukan tewas dan satu orang terluka parah di Kavling Deplu Adam Malik, Cipadu Jaya, Larangan, Kota  Tangerang, Minggu (2/6/2019).  Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua pisau dari rumah tersebut.

“Kami amankan dua pisau. Saat ini masih didalami kasus ini, siapa pelaku dan apa motifnya,” kata Kasat Reskrim Polrestro Kota Tangerang AKBP AKBP Dicky Ario Yustisianto, Minggu (2/6/2019) kepada Wartakotalive.com.

Satu orang yang terluka parah yaitu seorang ibu pemilik rumah, T. Warga langsung melarikan T ke Rumah Sakit Fatmawati karena mengalami luka parah di bagian perut.

Baca juga: Satu Keluarga di Tangerang Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Sementara itu, satu orang tewas adalah FA (16) yang merupakan anak T. Pria tewas lainnya yaitu RS (27) yang diduga pelaku perampokan.

Dugaan sementara, FA tewas saat melindungi ibunya ketika pelaku datang ke rumah mereka. Adapun dua pisau tersebut diduga digunakan FA dan pelaku saat berduel.

Jenazah keduanya dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk diotopsi. Sementara T beljm bisa dimintai keterangan karena masih dirawat intensif.


Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bela Ibunya yang Diduga Hendak Dirampok, Anak Pegawai Pajak Tewas di Tangerang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X