Cerita Ibu Bayi "Google", Awalnya Tak Setuju...

Kompas.com - 21/06/2019, 20:42 WIB
Ella Karina ibu dari bayi laki-laki bernama Google bersama bayi dan anak perempuannya, di kediamannya, Komplek Rawa Roko, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (21/6/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIElla Karina ibu dari bayi laki-laki bernama Google bersama bayi dan anak perempuannya, di kediamannya, Komplek Rawa Roko, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (21/6/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Bayi laki-laki di Kota Bekasi, Jawa Barat, diberi nama Google oleh kedua orangtuanya.

Ibu Google, Ella Karina mengatakan, bayinya lahir pada 30 November 2018 dan kini sudah berumur enam bulan.

Nama Google yang mirip dengan mesin pencarian tersebut merupakan pemberian dari sang ayah, Andi Cahya.

Baca juga: Unik, Bayi di Bekasi Ini Diberi Nama Google

Bagi Ella nama adalah doa. Dia dan suaminya berharap anak keduanya tersebut bisa seperti mesin pencari "Google" yang mengetahui segala hal dan berguna bagi banyak orang.

"Saya berharap anak saya gedenya bisa menjadi pemimpin yang bisa memimpin orang banyak gitu. Biar bisa berguna untuk banyak orang," kata Ella saat ditemui di kediamannya di Komplek Rawa Roko, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/6/2019).

Ella bercerita, awalnya dirinya dan sejumlah anggota keluarga lain tidak berkenan putranya diberi nama "Google".

Baca juga: Google Rayakan Hari WiFi Sedunia

Namun, pada akhirnya ia menerima nama tersebut. 

"Awalnya saya enggak mau kok nama Google, kan, tetapi ayahnya jelasin pelan-pelan maksud nama itu bagus, biar gedenya jadi pemimpin yang bisa berguna buat banyak orang," ujarnya. 

Ia menyayangkan sejumlah orang yang mencemooh anaknya karena bernama Google.

Baca juga: Google Siapkan Pesaing iMessage, Meluncur Bulan Ini

Namun, dia tidak menghiraukannya.

"Banyak yang cemooh begitu, nanti kalau punya anak, saya namain WhatsApp, tetapi enggak apa-apa karena mereka belum paham makna nama Google itu," ujar Ella.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Transisi Jakarta, Aturan Ganjil Genap Tak Berlaku bagi Ojol

PSBB Transisi Jakarta, Aturan Ganjil Genap Tak Berlaku bagi Ojol

Megapolitan
Ini Protokol bagi Penumpang Bus Transjakarta selama Masa PSBB Transisi

Ini Protokol bagi Penumpang Bus Transjakarta selama Masa PSBB Transisi

Megapolitan
Pilkada Tangsel, Keponakan Prabowo Dikabarkan Akan Bersanding dengan Sekda

Pilkada Tangsel, Keponakan Prabowo Dikabarkan Akan Bersanding dengan Sekda

Megapolitan
Masa PSBB Transisi, Bus Transjakarta Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Masa PSBB Transisi, Bus Transjakarta Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Megapolitan
Ini Mekanisme Pengendalian Ketat Berskala Lokal jika Terjadi Gelombang Kedua Covid-19 di Jakarta

Ini Mekanisme Pengendalian Ketat Berskala Lokal jika Terjadi Gelombang Kedua Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Klaim Kasus Covid-19 Terus Menurun Selama Tiga Bulan

Wali Kota Bekasi Klaim Kasus Covid-19 Terus Menurun Selama Tiga Bulan

Megapolitan
Jakarta Masuk PSBB Transisi, Bagaimana jika Ada Gelombang Kedua?

Jakarta Masuk PSBB Transisi, Bagaimana jika Ada Gelombang Kedua?

Megapolitan
Pedagang Pasar Ciputat Khawatir Kehilangan Konsumen jika Direlokasi, Disperindag Siapkan Strategi

Pedagang Pasar Ciputat Khawatir Kehilangan Konsumen jika Direlokasi, Disperindag Siapkan Strategi

Megapolitan
Masa PSBB Transisi DKI Jakarta, Ganjil Genap Berlaku bagi Mobil dan Motor

Masa PSBB Transisi DKI Jakarta, Ganjil Genap Berlaku bagi Mobil dan Motor

Megapolitan
PSBB Transisi, Semua Ruas Jalan di Jakarta Diprioritaskan bagi Pejalan Kaki dan Pesepeda

PSBB Transisi, Semua Ruas Jalan di Jakarta Diprioritaskan bagi Pejalan Kaki dan Pesepeda

Megapolitan
Sempat Banjir di Kawasan Jakarta Utara akibat Rob, Kini Mulai Surut

Sempat Banjir di Kawasan Jakarta Utara akibat Rob, Kini Mulai Surut

Megapolitan
Mandeknya Revitalisasi Pasar Ciputat, Terbentur Persoalan Aset hingga Kesepakatan Pedagang

Mandeknya Revitalisasi Pasar Ciputat, Terbentur Persoalan Aset hingga Kesepakatan Pedagang

Megapolitan
PSBB Proporsional Depok, Ini Daftar Aktivitas yang Dilarang dan Diizinkan secara Terbatas

PSBB Proporsional Depok, Ini Daftar Aktivitas yang Dilarang dan Diizinkan secara Terbatas

Megapolitan
10 Pasien Sembuh dalam Sehari, Kini Ada 23 Pasien Covid-19 di Kota Bekasi

10 Pasien Sembuh dalam Sehari, Kini Ada 23 Pasien Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Kelompok Perampok AKAP Beraksi Saat Minimarket Sepi, Polisi Bongkar Modus Operasinya

Kelompok Perampok AKAP Beraksi Saat Minimarket Sepi, Polisi Bongkar Modus Operasinya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X