Kompas.com - 26/06/2019, 23:43 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Polresta Depok, Selasa (21/5/2019). KOMPAS.com/ CYNTHIA LOVAWali Kota Depok Mohammad Idris di Polresta Depok, Selasa (21/5/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, keluarga merupakan unsur paling penting untuk dapat mencegah kaum milenial terjerumus narkoba.

Ia mengingatkan, bagaimana pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak. 

"Bagaimana kita bisa mendidik anak kalau rumah tangga kita tidak kita perhatikan. Seperti membuang sampah, itu, kan, juga dia pasti melihat orangtuanya, bagaimana pun guru yang mengajar akan sia-sia. Anak itu tetap melihat rumahnya," ujar Idris di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Baca juga: Setelah Universitas Nasional, Polisi Lanjutkan Razia Narkoba di Kampus Lain

Ia mengingatkan para orangtua mengevaluasi kedekatan mereka dengan sang anak. Sebab, perilaku orangtua terhadap anak dapat membantu pembentukan karakter anak. 

Menurut dia, perceraian juga menjadi salah satu alasan generasi milenial terjerumus narkoba.

Menurut data yang didapatkan Idris, mayoritas warga Depok adalah pengguna narkoba. Sementara itu, para pengedarnya lebih banyak dari luar Kota Depok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Buang Sabu 1 Kg ke Tong Sampah, Kurir Narkoba Antar-provinsi Dibekuk

"Mayoritas 90 persen (pengguna narkoba di) Kota Depok itu pegguna, tidak ada pengedar. Semua pengedar dari luar, yang masuk penjara pun saat ini kebanyakan karena dia sebagai pengguna," katanya. 

Meski demikian, pihaknya terus menggencarkan jajarannya melakukan pencegahan narkoba di Depok.

Selain itu, menurut dia, belum ada pusat rehabilitasi narkoba di Depok. Saat ini semua pengguna narkoba direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Bogor.

Baca juga: Saat Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Dalam Penjara

Pihaknya membutuhkan dana besar untuk membangun dan merawat pusat rehabilitasi.

"Belum ada pembangunan, masih numpang semua di pusat. Sebenarnya masalahnya bukan di pembangunan, tetapi merawat ini perlu biaya besar sekali,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 15 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 15 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
Jenazah Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta

Jenazah Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Anies: IMB Kampung Tanah Merah Jadi Izin untuk Kawasan Pertama di Indonesia

Anies: IMB Kampung Tanah Merah Jadi Izin untuk Kawasan Pertama di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.