Orangtua 11 Pemuda "Kelompok Pencinta Habib" Tak Tahu Anaknya Ikut Aksi di MK

Kompas.com - 27/06/2019, 15:53 WIB
Massa asal Bogor dan Tangerang menuntut pembebasan Habib Bahar Bin Smith di dekat Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6/2019). KOMPAS.COM/ANASTASIA AULIAMassa asal Bogor dan Tangerang menuntut pembebasan Habib Bahar Bin Smith di dekat Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian orangtua dari sebelas pemuda kelompok "Para Pencinta Habib" mengaku tidak mengetahui anaknya akan mengikuti aksi penyampaian pendapat di depan gedung Mahkamah Konstitusi ( MK), Kamis (27/6/2019).  

Kapolres Metro Kota Tangerang Kombes Abdul Karim mengatakan, para pemuda tersebut hanya meminta izin mengikuti tahlilan akbar di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Mereka rata-rara berangkat ke Jakarta, orangtuanya enggak ada yang tahu. Mereka hanya bilang mau jalan-jalan ke Monas, ada tahlilan di sana, padahal faktanya mereka mau ikut demo di MK," ujar Abdul saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Polisi Amankan 11 Pemuda Kelompok Pecinta Habib yang Akan Demo MK


Abdul mengatakan, sebelas pemuda tersebut akan dikembalikan kepada orangtua masing-masing.  

"(Sebelas pemuda) masih diamankan (di Polres Kota Tangerang). Hari ini rencananya kami akan keluarkan," katanya. 

Sebelumnya, jajaran Polres Kota Tangerang mengamankan 11 pemuda berusia antara 14-19 tahun yang akan mengikuti aksi penyampaian pendapat di depan Gedung MK.

Kelompok pemuda tersebut diamankan di kawasan niaga terpadu Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang, Rabu (26/6/2019) sekitar pukul 17.30.

Mereka mengatasnamakan kelompok mereka sebagai kelompok PPH (Para Pencinta Habib).

Saat ini, polisi masih mendalami koordinator yang mengajak pemuda tersebut untuk melakukan aksi penyampaian pendapat di MK.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X