Tawon Vespa Affinis Paling Banyak Ditemui di Cipayung

Kompas.com - 06/07/2019, 18:16 WIB
Petugas pemadam kebakaran Jakarta Timur tengah mengevakuasi sarang tawon yang berada di pohon. Dok. Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta TimurPetugas pemadam kebakaran Jakarta Timur tengah mengevakuasi sarang tawon yang berada di pohon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah dengan okupasi tawon terbanyak di Ibukota. Salah satu jenis tawon yang banyak ditemukan adalah tawon jenis Vespa Affinis atau tawon Ndas.

Dalam kurun 6 bulan, terhitung sejak awal Januari 2019, petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur telah mengevakuasi 31 sarang tawon. Jumlah ini jauh di atas 9 kecamatan lain di Jakarta Timur, yang rata-rata hanya belasan kali evakuasi sarang tawon selama rentang 6 bulan.

"Karena wilayah Cipayung ini masih banyak hutan kota, masih banyak taman dan kebun. Tawon itu kan banyak bersarangnya di pepohonan yang rimbun, atau kadang di rumah-rumah tua," ujar Kepala Seksi Operasi Sudin Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman kepada Kompas.com, Sabtu (6/7/2019).

Baca juga: 90 Persen Tawon yang Dievakuasi dari Rumah Warga Jenis Vespa Affinis

Baca juga: Mengenal Tawon Ndas yang Tewaskan 7 Orang di Klaten

Gatot menuturkan, selama 6 bulan terakhir, petugas telah mengevakuasi 129 sarang tawon dengan beragam ukuran dan tempat bersarang.

"Pernah paling besar diameternya lebih dari 70 sentimeter. Paling sulit pernah ada sarang tawon di tengah-tengah antena parabola di genteng rumah warga," kata dia.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar sarang yang dievakuasi merupakan sarang tawon jenis Vespa Affinis atau tawon Ndas. Tawon ini sempat jadi perbincangan, karena cukup mematikan dan pernah menewaskan 7 orang di Klaten, Jawa Tengah, selama 2017-2018.

Wilayah Cipayung yang masih cukup rimbun menjadi salah satu lokasi kesukaan tawon Ndas membuat sarang. Meskipun, terkadang mereka juga bersarang di sudut-sudut rumah yang tak terjangkau dan jarang dibersihkan.

Selain itu, keberadaannya pun tak kenal musim.

"Sekitar 80-90 persen yang ditemui ya tawon Ndas. Dia berbahaya karena dia tawon liar. Sementara kalau tawon madu kan beda lagi, dia enggak liar dan bisa diambil madunya," kata Gatot.

Baca juga: Mematikan, Ini 5 Fakta Tawon Vespa Affinis yang Ditemukan di Jakarta

Peneliti Biologi LIPI Rosichon Ubaidillah mengatakan, tawon Vespa Affinis menjadi berbahaya jika menyerang secara berkelompok. Sengatannya dapat membunuh manusia dalam waktu singkat.

"Apabila sengatan cukup banyak dan orangnya sensitif atau alergi dengan racun (venom) sengat, tidak akan lama bertahan hidup," kata Rosichon ketika dihubungi, Selasa.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Oknum Satpol PP DKI Diduga Terlibat Pembobolan ATM

12 Oknum Satpol PP DKI Diduga Terlibat Pembobolan ATM

Megapolitan
Yayasan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede

Yayasan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede

Megapolitan
Pelimpahan Kasus 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora Disebut Hanya melalui WhatsApp

Pelimpahan Kasus 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora Disebut Hanya melalui WhatsApp

Megapolitan
Gubuk Kayu yang Dibangun Korban Penggusuran Sunter Agung Dibongkar Satpol PP

Gubuk Kayu yang Dibangun Korban Penggusuran Sunter Agung Dibongkar Satpol PP

Megapolitan
Antisipasi Kebakaran Susulan, Damkar Siaga di SMK Yadika 6 Pondok Gede

Antisipasi Kebakaran Susulan, Damkar Siaga di SMK Yadika 6 Pondok Gede

Megapolitan
Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba oleh 4 WNA

Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Narkoba oleh 4 WNA

Megapolitan
Pemkot Tangsel Targetkan Keruk 12.000 Ton Endapan Lumpur di Situ Parigi

Pemkot Tangsel Targetkan Keruk 12.000 Ton Endapan Lumpur di Situ Parigi

Megapolitan
Keluarga Protes Pembatasan Kunjungan Keluarga Tersangka Kasus Pengibaran Bintang Kejora

Keluarga Protes Pembatasan Kunjungan Keluarga Tersangka Kasus Pengibaran Bintang Kejora

Megapolitan
Api Muncul Lagi di SMK Yadika 6 Pondok Gede karena Tumpukan Buku Belum Padam Sempurna

Api Muncul Lagi di SMK Yadika 6 Pondok Gede karena Tumpukan Buku Belum Padam Sempurna

Megapolitan
BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

BERITA FOTO: Sesak di Jalan Tikus Pasar Minggu

Berita Foto
[VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

[VIDEO] Jalur Sepeda Jakarta, Dimulai Foke, Dilanjutkan Anies Baswedan

Megapolitan
Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

Api Kembali Menyala di Lantai 2 SMK Yadika 6 Pondok Gede Siang Ini

Megapolitan
Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

Nasib Oknum Satpol PP yang Diduga Bobol ATM, Tak Gajian dan Dinonaktifkan

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Istri Pria yang Bakar Diri di Cipayung

Polisi Akan Periksa Istri Pria yang Bakar Diri di Cipayung

Megapolitan
Diduga Mau Jadi TKI Ilegal, Keberangkatan Ratusan WNI Ditunda oleh Pihak Imigrasi

Diduga Mau Jadi TKI Ilegal, Keberangkatan Ratusan WNI Ditunda oleh Pihak Imigrasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X