Pengamat: Anies Harus Beri Ultimatum Percepat Pemilihan Wagub DKI

Kompas.com - 09/07/2019, 10:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kukuhkan 166 petugas pendamping jemaah haji, balai kota, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019) Dokumentasi Pemprov DKI JakartaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kukuhkan 166 petugas pendamping jemaah haji, balai kota, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019)
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus berikan ultimatum kepada panitia khusus (pansus) DPRD DKI untuk menetapkan calon wakil gubernur (cawagub) yang sampai saat ini belum selesai.

"Gubernur harus kasih ultimatum keras. Gubernur kan pendukungnya lebih banyak dari partai politik di DPRD. Nah, tapi mau tidak Gubernur kasih ultimatum?" ujar Satrio saat dihubungi, Selasa (9/7/2019).

Satrio mengatakan, berlarutnya penetapan cawagub dapat memberikan berbagai dampak. Salah satunya, dampak buruk bagi citra politik, khususnya citra politik Anies.

Baca juga: Anies Dinilai Tidak Berperan Baik Mempercepat Pemilihan Wagub DKI

Sebab banyak masyarakat masih beranggapan bahwa wakil gubernur harusnya dipilih oleh gubernurnya sendiri.

Tidak hanya citra politik Anies yang buruk, citra politik partai pengusung Anies-Sandi, yakni PKS-Gerindra akan dianggap gagal memenuhi amanat warga untuk menghadirkan pengganti Sandiaga Uno.

Satrio menilai, penetapan cawagub yang berlarut juga akan memperlambat pembangunan Jakarta.

"Sejak awal wagub ini didesain untuk melaksanakan pembangunan kota Jakarta. Kalau wagubnya tidak ada, maka pasti akan terhambat pembangunan ini. Mending dari awal saja tidak ada pemilihan wagub," kata Satrio.

Baca juga: Agung Yulianto atau Ahmad Syaikhu, Siapa yang Tepat Jadi Wagub DKI?

Ia mengatakan, penetapan cawagub ini memiliki teka-teki besar dan menjadi misteri buat warga. Akhirnya, banyak spekulasi muncul.

"Kadang misteri ini bikin kita mikir yang enggak-enggak, apakah ada persyaratan lain yang belum dipenuhi calon Wagub sehingga belum bisa ditentukan dan dilantik? Apakah ada maharnya?" tutupnya.

Baca juga: Pemilihan Cawagub DKI Terlalu Lama, PKS Dinilai Gagal Lakukan Lobi Politik

Adapun kursi wagub DKI masih kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno pada 10 Agustus 2018. Saat itu, Sandiaga memilih mundur setelah menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Partai Gerindra dan PKS telah mengajukan dua nama cawagub, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, ke DPRD DKI.

DPRD DKI telah membentuk pansus untuk menggelar pemilihan wagub melalui rapat paripurna. Pansus itu kini tengah menyempurnakan tata tertib pemilihan wagub.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Bahas Pariwisata Indonesia

Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Bahas Pariwisata Indonesia

Megapolitan
Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

Megapolitan
Dulu Sering Mogok dan Terbakar, Kini Bus Zhong Tong Harus Penuhi Standar Transjakarta untuk Beroperasi

Dulu Sering Mogok dan Terbakar, Kini Bus Zhong Tong Harus Penuhi Standar Transjakarta untuk Beroperasi

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Sebut Dokumen Anggaran Diunggah ke Publik Setelah Matang Dibahas

Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Sebut Dokumen Anggaran Diunggah ke Publik Setelah Matang Dibahas

Megapolitan
Marak Kecelakaan Truk dengan Pengendara Motor, Pemkot Tangsel Bakal Kaji Ulang Perwal

Marak Kecelakaan Truk dengan Pengendara Motor, Pemkot Tangsel Bakal Kaji Ulang Perwal

Megapolitan
Transjakarta Kembali Operasikan Merek Zhong Tong, Bus Asal China yang Pernah Disorot Ahok

Transjakarta Kembali Operasikan Merek Zhong Tong, Bus Asal China yang Pernah Disorot Ahok

Megapolitan
Fakta Seputar Edaran Jumat Bergamis Hitam yang Diketahui hingga Kini...

Fakta Seputar Edaran Jumat Bergamis Hitam yang Diketahui hingga Kini...

Megapolitan
Surat Edaran Jumat Bergamis Hitam, Berawal dari Kesalahpahaman Camat Ciputat dan Stafnya

Surat Edaran Jumat Bergamis Hitam, Berawal dari Kesalahpahaman Camat Ciputat dan Stafnya

Megapolitan
Kisah Awkarin Temui Driver Ojol yang Kehilangan Motor hingga Sumbang Biaya Sekolah Anak

Kisah Awkarin Temui Driver Ojol yang Kehilangan Motor hingga Sumbang Biaya Sekolah Anak

Megapolitan
Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik daripada Bekasi dan Depok

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik daripada Bekasi dan Depok

Megapolitan
Kisah Wanita Penyebar Video Penggal Jokowi, Tak Ditengok Teman hingga Vonis Bebasnya

Kisah Wanita Penyebar Video Penggal Jokowi, Tak Ditengok Teman hingga Vonis Bebasnya

Megapolitan
Mengenal Body Camera Anggota PJR yang Dilengkapi Fitur GPS hingga Emergency Button

Mengenal Body Camera Anggota PJR yang Dilengkapi Fitur GPS hingga Emergency Button

Megapolitan
Petugas Damkar Turun Tangan Bantu Anjing yang Kakinya Terlilit Rantai

Petugas Damkar Turun Tangan Bantu Anjing yang Kakinya Terlilit Rantai

Megapolitan
DPRD DKI Harus Berpuas Hati, Beberapa Usulan Mereka Ditolak Kemendagri...

DPRD DKI Harus Berpuas Hati, Beberapa Usulan Mereka Ditolak Kemendagri...

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kelihaian Djeni Gelapkan 62 Mobil | Driver Ojol Dibantu Awkarin | Vonis Bebas Pengancam Jokowi

[POPULER JABODETABEK] Kelihaian Djeni Gelapkan 62 Mobil | Driver Ojol Dibantu Awkarin | Vonis Bebas Pengancam Jokowi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X