Humas PN Pusat Ungkap Pengacara Tomy Winata Bersikap Arogan Setiap Persidangan

Kompas.com - 19/07/2019, 12:32 WIB
Kepala Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Makmur KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANKepala Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Makmur
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa Hukum Tomy Winata yang bernama Desrizal Chaniago kerap bersikap arogan selama persidangan di Pengadilan Jakarta Pusat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Humas Pengadilan Negeri Pusat Makmur pada Jumat (19/7/2019) di PN Jakpus.

“Kalau informasi resmi dari majelis hakim yang bersangkutan selama pemeriksaan perkara pun yang bersangkutan setiap persidangan Desrizal kerap membentak saksi-saksi yang diajukan lawannya,” ujar Makmur.

Adapun Desrizal menangani perkara perdata 223/Pdt.G/2018/JKT Pst, antara Tommy Winata selaku penggugat melawan PT PWG selaku tergugat.

Baca juga: Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Minta Maaf

Ketika Desrizal bersikap arogan, majelis hakim di sidang itu selalu mengingatkan Desrizal agar insiden tersebut dapat diselesaikan dan dapat melanjutkan persidangan kembali.

“Jadi setiap kali yang bersangkutan (Desrizal) menunjukkan sikap begitu (arogan), ketua majelis yang memimpin sidang perkara itu memberikan penjelasan kepada yang bersangkutan untuk tetap sama-sama menghargai proses persidangan sehingga setiap persidangan yang bersangkutan bisa diberikan pengertian oleh ketua majelis,” kata Makmur.

Sebelumnya, dua orang hakim HS (ketua) dan DB mengalami luka memar akibat dipukul menggunakan tali pinggang oleh kuasa hukum atau pengacara, pengusaha Tomy Winata (TW), di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Adapun peristiwa ini terjadi dalam sebuah sidang perkara perdata saat agenda pembacaan putusan sidang.

Saat ini diketahui Desrizal sudah ditahan di Polres Jakarta Pusat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X