Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Kompas.com - 23/07/2019, 20:21 WIB
Islamic Centre Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (1/3/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIIslamic Centre Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (1/3/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Yayasan Nurul Islam, Paray Said, mengaku telah menyetujui sejumlah luas lahan dan bangunan Islamic Centre Bekasi direlakan demi pembangunan Tol Becakayu Seksi 2A Akhir.

Islamic Centre Bekasi sendiri berada dalam pengelolaan Yayasan Nurul Islam.

"Kita sudah rapatkan dengan pimpinan proyek dan pemkot. Prinsipnya kita tidak bisa menolak, karena ini kepentingan masyarakat banyak, kepentingan nasional," jelas Paray saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/7/2019).

Paray mengatakan, setelah melalui tiga kali rapat bersama, pihaknya sepakat merelakan 4.986 meter persegi wilayah Islamic Centre Bekasi dibebaskan untuk lahan Tol Becakayu. Luas kawasan Islamic Centre Bekasi sendiri mencapai 3,2 hektar.


Baca juga: Islamic Centre Protes Terdampak Tol Becakayu, Wali Kota Bekasi Ingatkan Itu Lahan Pemda

"Itu jauh berkurang dari rencana awal 7000-an meter persegi (yang harus dibebaskan). Kita negosiasi sampai seminimal mungkin. Kalau gambar yang pertama, banyak bangunan kita yang terkena," ujar Paray.

Dari hasil negosiasi terakhir, kata Paray, hanya bangunan sekolah, rumah kompos, asrama, dan rumah imam saja yang terdampak pembangunan Tol Becakayu.

"Kalau bangunan yang besar, yang vital untuk kepentingan Islamic Centre Bekasi tidak terdampak. Cuma belakang kena, belum tahu persis seberapa jauh nanti mengganggu fasilitas lain, yaitu kamar mandi aula Muzdalifah," ucap dia.

Baca juga: Pembangunan Tol Becakayu Diminta Tak Ganggu Layanan Air Minum

Meskipun sebagian lahan Islamic Centre Bekasi dicaplok untuk tol, namun Yayasan Nurul Islam tidak menerima ganti rugi lahan. Pasalnya, lahan Islamic Centre Bekasi dimiliki oleh Pemkot Bekasi.

"Ganti rugi tanah kita tidak dapat, hanya bangunan, pohon, dan lain-lain. Tanah punya pemkot. Sekarang baru tahap pengukuran," kata Paray.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menanggapi santai kemungkinan pembangunan Tol Becakayu Seksi 2A Akhir melintasi Islamic Centre Bekasi.

"Kalau bangunan depan Islamic Centre kegores sedikit mah enggak apa-apa. Saya tanya, itu tanah siapa? Itu kan tanah pemda. Tidak ada kendala kalau (melewati) Islamic Centre. Dia itu kan yayasan, dulu yang minta KH Noer Ali. Kita berikan sekarang pengelolaannya saja. Kalau mau pembebasan konsesinya apa? Kan Tol Becakayu program strategis nasional," kata Rahmat Effendi saat ditemui di Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Ketika Rumah Menteri Basuki Kena Gusur Proyek Tol Becakayu...

Hal ini menanggapi Paray Said pada Maret 2019 silam yang menolak rencana pembangunan lanjutan Tol Becakayu yang akan menggunakan lahan Islamic Centre Bekasi.

"Kami minta perhatian khusus kepada Kemenhub, Kementerian PUPR, Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bekasi untuk memahami penolakan kami ini yang semata-mata kami maksudkan agar keberadaan Islamic Centre memperoleh dukungan sebagai kekuatan yang sangat dibutuhkan dalam keseimbangan pembangunan masyarakat," tutur Paray, Jumat (1/3/2019) silam.

PT KKDM selaku penggarap proyek Tol Becakayu bakal melanjutkan proyek ini dalam waktu dekat. Seksi 2A sendiri telah memasuki tahap akhir yang rencananya sedikit berbelok ke arah Bekasi Islamic Centre. Sementara itu, Seksi 2B masih akan dibangun menuju Bekasi Timur.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atraksi Barongsai di Mal Pondok Indah 'Menghipnotis' Pengunjung

Atraksi Barongsai di Mal Pondok Indah "Menghipnotis" Pengunjung

Megapolitan
Kali Sekretaris Bocor Akibat Debit Air Tinggi, Ditambal Pakai Karung Pasir

Kali Sekretaris Bocor Akibat Debit Air Tinggi, Ditambal Pakai Karung Pasir

Megapolitan
Sempat Banjir, Genangan Air di Sejumlah Titik di Jakarta Kini Sudah Surut

Sempat Banjir, Genangan Air di Sejumlah Titik di Jakarta Kini Sudah Surut

Megapolitan
Pelaku Curanmor di Radio Dalam Belum Tertangkap, Polisi: Wajahnya Kurang Jelas di CCTV

Pelaku Curanmor di Radio Dalam Belum Tertangkap, Polisi: Wajahnya Kurang Jelas di CCTV

Megapolitan
Perempuan Digigit Tikus Saat Nonton di Bioskop, Seberapa Berbahaya bagi Kesehatan?

Perempuan Digigit Tikus Saat Nonton di Bioskop, Seberapa Berbahaya bagi Kesehatan?

Megapolitan
Lampion dan Angpao Paling Laris Diburu Menjelang Imlek

Lampion dan Angpao Paling Laris Diburu Menjelang Imlek

Megapolitan
Mahasiswa Gugat Lamanya Pemilihan Cawagub DKI ke MK, F-Gerindra: Kontruksinya Tidak Nyambung

Mahasiswa Gugat Lamanya Pemilihan Cawagub DKI ke MK, F-Gerindra: Kontruksinya Tidak Nyambung

Megapolitan
Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria yang Minta Sumbangan Air Mineral di Pondok Pinang

Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria yang Minta Sumbangan Air Mineral di Pondok Pinang

Megapolitan
Seorang Remaja Diduga Tenggelam saat Berenang di Waduk Pegadungan

Seorang Remaja Diduga Tenggelam saat Berenang di Waduk Pegadungan

Megapolitan
Aktivis Perempuan: Trauma Korban Pelecehan Seksual yang Berpakaian Tertutup Jauh Lebih Besar

Aktivis Perempuan: Trauma Korban Pelecehan Seksual yang Berpakaian Tertutup Jauh Lebih Besar

Megapolitan
Pelecehan Seksual di Bekasi, Bukti Pakaian Korban Bukan Pemicu Tindakan Asusila Terjadi

Pelecehan Seksual di Bekasi, Bukti Pakaian Korban Bukan Pemicu Tindakan Asusila Terjadi

Megapolitan
Pemilihan Wakil Gubernur DKI Lama, Mahasiswa Hukum Untar Gugat ke MK

Pemilihan Wakil Gubernur DKI Lama, Mahasiswa Hukum Untar Gugat ke MK

Megapolitan
Jari Wanita Ini Berdarah Digigit Tikus di Saat Nonton Film di Bioskop

Jari Wanita Ini Berdarah Digigit Tikus di Saat Nonton Film di Bioskop

Megapolitan
Banjir di Cikini Disebabkan Saluran Air Tersumbat di Depan Proyek Revitalisasi TIM

Banjir di Cikini Disebabkan Saluran Air Tersumbat di Depan Proyek Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Sudah Naturalisasi Sungai di 5 Titik

Pemprov DKI Klaim Sudah Naturalisasi Sungai di 5 Titik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X